Pasar Tunggu Data Ekonomi, IHSG Berpeluang Terus Menguat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026. Investor menanti rilis data pertumbuhan ekonomi triwulan II dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dinilai akan menentukan arah pasar jangka pendek.
Pergerakan IHSG dan sentimen asing
Pada penutupan Selasa, IHSG menguat signifikan sebesar 1,37 persen ke level 6.319,61. Penguatan ini didorong oleh aksi beli asing dengan nilai net buy Rp741,19 miliar.
Saham finansial menjadi incaran investor asing. Saham yang paling banyak dibeli antara lain:
- BBCA
- BMRI
- BBRI
- BBNI
Proyeksi teknikal dan ekspektasi data BPS
Tim analis dari Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji level resistansi dalam rentang 6.370-6.400. Menurut mereka, rilis data pertumbuhan menjadi katalis utama pada sesi berikutnya.
"Secara teknikal IHSG diprakirakan IHSG akan menguji resistansi di level 6.370-6.400,"
Phintraco juga menyebutkan konsensus pasar mengestimasi laju pertumbuhan ekonomi triwulan II melambat menjadi 5,1 persen (yoy), dari realisasi triwulan I 2026 sebesar 5,61 persen.
"Menurut konsensus pasar, pertumbuhan ekonomi triwulan II diperkirakan melambat menjadi 5,1 persen secara tahunan. Di triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen,"
Fundamental penopang pertumbuhan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan ekonomi tetap kuat meski menghadapi tantangan global. Penopang utamanya diharapkan berasal dari meningkatnya investasi serta sinergi kebijakan pemerintah dan otoritas terkait.
Phintraco menambahkan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi motor pertumbuhan. Faktor pendorong meliputi program perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, serta stimulus belanja saat libur sekolah dan upaya penciptaan lapangan kerja.
Insentif kendaraan listrik dan implikasi
Pemerintah berencana memberi stimulus untuk kendaraan listrik berupa PPN DTP hingga 100 persen atas PPnBM bagi kendaraan listrik, serta insentif hingga 40 persen untuk beberapa jenis mobil listrik.
Insentif ini diharapkan dapat menurunkan konsumsi BBM domestik dan berpotensi mengurangi impor minyak. Namun Phintraco mengingatkan bahwa kebijakan tersebut juga membuka persaingan lebih ketat di industri otomotif domestik.
"Di sisi lain, insentif akan meningkatkan persaingan di industri otomotif. Terutama terhadap penjualan mobil konvensional di pasar domestik,"
Kesimpulan dan prospek
Sentimen jangka pendek pasar akan sangat tergantung pada angka pertumbuhan yang dirilis BPS. Jika data berada di atas ekspektasi, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan. Sebaliknya, hasil di bawah konsensus dapat menimbulkan koreksi.
Investor disarankan memantau rilis resmi BPS dan perkembangan kebijakan stimulus yang bisa memengaruhi sektor-sektor tertentu, terutama perbankan dan otomotif.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Rupiah Melemah ke Rp18.027, Konflik AS-Iran Tekan Pasar
Rupiah melemah ke Rp18.027 per dolar AS pada 4 Agustus 2026 akibat memanasnya konflik AS-Iran dan sentimen r...
OJK: Penarikan SAL Tak Ganggu Likuiditas Perbankan
OJK memastikan penarikan SAL tidak mengganggu likuiditas perbankan karena indikator masih di atas ambang ama...
OJK: Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp113,13 T per Juli 2026
OJK mencatat penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp113,13 triliun hingga Juli 2026, didominasi penerbitan...
Percepat Izin Edar, BBPOM Jakarta Evaluasi Fasilitasi UMK Pangan
BBPOM Jakarta dan Dinas PPKUKM DKI evaluasi fasilitasi izin edar BPOM MD untuk mempercepat registrasi UMK pa...
Digitalisasi Dorong UMKM: New Home Product Perluas Pasar Lokal
Hindun Himran menuturkan digitalisasi dan inkubasi bisnis membantu New Home Product bertahan 15 tahun serta...
Inovasi dan Kolaborasi Dorong UMKM Sleman, Kisah Kopi Madu Merapi
Dinas Koperasi Sleman dorong kenaikan kelas 110.000 UMKM lewat PLUT, pelatihan, dan Sleman Mart; Kopi Madu M...