OJK: 15 Rencana IPO Masih dalam Pipeline, Dana Rp121,96 T
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa 15 rencana penawaran umum masih berada dalam pipeline pasar modal hingga akhir Juli 2026, sementara total nilai penghimpunan dana mencapai Rp121,96 triliun.
Ringkasan pipeline dan nilai penghimpunan
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan aktivitas penggalangan dana menunjukkan tren positif sepanjang tahun ini. Data OJK per akhir Juli 2026 merekam total penghimpunan sebesar Rp121,96 triliun.
"Hingga akhir Juli 2026, nilai penggalangan dana mencapai angka Rp121,96 triliun. Saat ini masih terdapat 15 rencana penawaran umum dalam pipeline."
Rincian rencana di pipeline
Hasan merincikan komposisi rencana yang masih antre. Rangkaian rencana itu mencakup berbagai skema penawaran, baik ekuitas maupun instrumen utang.
- Lima penawaran umum terbatas (rights issue).
- Lima penawaran umum berkelanjutan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS).
- Tiga rencana initial public offering (IPO).
- Dua penerbitan EBUS tambahan.
Kontribusi per instrumen
OJK mencatat kontribusi terbesar berasal dari penawaran EBUS berkelanjutan. Secara kumulatif, penerbitan EBUS menyumbang sebagian besar nilai penghimpunan.
- Penawaran Umum Berkelanjutan (EBUS): Rp98,80 triliun dari 105 realisasi penerbitan.
- Penawaran Umum Terbatas: Rp12,70 triliun.
- Penerbitan EBUS tambahan: Rp8,30 triliun.
- IPO: Rp2,16 triliun (tujuh perusahaan tercatat sepanjang 2026).
Securities crowdfunding dan antrean IPO di BEI
Selain instrumen tradisional, penghimpunan melalui securities crowdfunding juga meningkat. Nilai agregat crowdfunding tercatat mencapai Rp2,01 triliun hingga Juli 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan ada empat perusahaan yang masih mengantre untuk melakukan IPO, sementara tujuh perusahaan telah mencatatkan sahamnya pada 2026 dengan total dana sebesar Rp2,16 triliun.
Peningkatan jumlah investor
Hasan menambahkan bahwa jumlah investor di pasar modal terus bertambah, didorong oleh inisiatif pendalaman pasar dan penguatan ekosistem digital.
"Jumlah investor di pasar modal terus menunjukkan tren peningkatan. Ini juga sejalan dengan hasil dari inisiatif pendalaman pasar dan upaya penguatan ekosistem digital di industri pasar modal. Penambahan investor tercatat sebanyak 1,1 juta di bulan Juli 2026."
Implikasi dan prospek
Kenaikan nilai penghimpunan dan bertambahnya investor menunjukkan sentimen positif bagi likuiditas pasar. Namun, realisasi rencana dalam pipeline akan bergantung pada kondisi pasar, persyaratan regulasi, dan kesiapan emiten.
Pemantauan lebih lanjut terhadap perkembangan pipeline dan realisasi emisi di paruh kedua 2026 akan menentukan arah momentum pasar modal nasional.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Rupiah Melemah ke Rp18.027, Konflik AS-Iran Tekan Pasar
Rupiah melemah ke Rp18.027 per dolar AS pada 4 Agustus 2026 akibat memanasnya konflik AS-Iran dan sentimen r...
OJK: Penarikan SAL Tak Ganggu Likuiditas Perbankan
OJK memastikan penarikan SAL tidak mengganggu likuiditas perbankan karena indikator masih di atas ambang ama...
OJK: Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp113,13 T per Juli 2026
OJK mencatat penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp113,13 triliun hingga Juli 2026, didominasi penerbitan...
Percepat Izin Edar, BBPOM Jakarta Evaluasi Fasilitasi UMK Pangan
BBPOM Jakarta dan Dinas PPKUKM DKI evaluasi fasilitasi izin edar BPOM MD untuk mempercepat registrasi UMK pa...
Digitalisasi Dorong UMKM: New Home Product Perluas Pasar Lokal
Hindun Himran menuturkan digitalisasi dan inkubasi bisnis membantu New Home Product bertahan 15 tahun serta...
Inovasi dan Kolaborasi Dorong UMKM Sleman, Kisah Kopi Madu Merapi
Dinas Koperasi Sleman dorong kenaikan kelas 110.000 UMKM lewat PLUT, pelatihan, dan Sleman Mart; Kopi Madu M...