OJK Bentuk Satgas Siapkan Pengawasan Bursa Mineral 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk Satuan Tugas Persiapan Pengaturan dan Pengawasan (Satgas BMKS) untuk menyiapkan kerangka pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang berlaku mulai 1 Januari 2027. Pengumuman itu disampaikan pada konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026 OJK secara daring, Selasa, 4 Agustus 2026.
Pembentukan Satgas dan dasar hukum
Langkah pembentukan Satgas BMKS merupakan tindak lanjut amanat Undang-undang terkait P2SK. OJK menyatakan satgas dibentuk untuk mempersiapkan pelaksanaan kewenangan baru lembaga tersebut.
Tugas utama Satgas
Satgas bertugas menyiapkan regulasi, menetapkan mekanisme pengawasan, serta membangun infrastruktur pendukung sebelum pengawasan BMKS resmi dijalankan. OJK menekankan perlunya persiapan menyeluruh agar transisi kewenangan berjalan lancar.
Amanat UU 4/2026 di situ disebut kegiatan bursa mineral dan komoditas strategis diatur dan diawasi terhitung 1 Januari 2027. Di mana nanti juga ada ADK khusus yang bertugas pengawasan bursa mineral dan komoditas strategis,
Perkembangan lainnya, undang-undang tersebut juga mengamanatkan pembentukan Anggota Dewan Komisioner (ADK) khusus yang akan membidangi pengawasan BMKS.
Koordinasi antarlembaga dan kerja sama dengan KPPU
OJK memperkuat sinergi dengan lembaga terkait, termasuk penandatanganan nota kesepahaman bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Kerja sama ini mencakup harmonisasi kebijakan, pertukaran informasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Tujuan pengawasan terintegrasi
Menurut OJK, pengawasan terintegrasi diperlukan untuk memperkuat tata kelola perdagangan komoditas strategis. Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan pengelolaan risiko di sektor yang menjadi fokus kebijakan nasional.
Jangka waktu dan langkah berikutnya
Dengan tanggal efektif pengawasan terhitung 1 Januari 2027, Satgas BMKS memiliki waktu untuk menyusun ketentuan teknis, mekanisme pengawasan, serta infrastruktur yang mendukung. OJK memandang koordinasi antarlembaga sebagai kunci agar pengawasan berjalan efektif dan terkoordinasi.
Rencana tersebut menandai perubahan besar dalam tata kelola perdagangan komoditas strategis dan memberi sinyal kesiapan regulator menghadapi peran baru di sektor ini.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...