Lokal

RSUD Tarutung Jalankan Cath Lab, Lakukan Pemasangan Ring Jantung Perdana

Bagikan:
Cath Lab RSUD Tarutung dan tim medis saat prosedur pemasangan stent

TARUTUNG — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung memperkuat layanan kardiovaskular dengan mengoperasikan fasilitas Cath Lab dan berhasil melakukan tindakan perdana pemasangan ring jantung (stent) pada Kamis (5/11). Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan darurat jantung dan memangkas jarak rujukan bagi pasien di Tapanuli Utara.

Pelaksanaan tindakan perdana

Tindakan pemasangan stent itu dilakukan dalam rangka program proctoring, yakni pendampingan untuk peningkatan kompetensi layanan kardiovaskular. Pelaksanaan prosedur disaksikan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si.

Peresmian fasilitas Cath Lab sebelumnya dilakukan pada 18 Juni 2026. Dengan fasilitas ini, RSUD Tarutung berharap dapat menangani kasus kegawatdaruratan jantung sesuai indikasi medis dan kapasitas rumah sakit.

Siapa yang hadir dan memberikan dukungan

Acara pendampingan dan tindakan perdana dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tenaga medis kunci. Hadir antara lain:

  • Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (Bupati Tapanuli Utara)
  • Dr. Bobby Simanjuntak (Direktur RSUD Tarutung)
  • Dr. Zainal Safri, Sp.PD-KKV (Direktur RSUP H. Adam Malik Medan)
  • Dr. Obrin Parulian Marpaung (Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI)

Hadirnya pihak Kementerian Kesehatan dan RSUP H. Adam Malik menandai kerja sama lintas lembaga untuk memperkuat layanan daerah.

Dukungan Kementerian Kesehatan dan jangka pemeliharaan

Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan, dr. Obrin Parulian Marpaung, menyatakan bahwa penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal menjadi prioritas transformasi layanan kesehatan nasional. Pemerintah mendorong pemerataan fasilitas, peralatan medis, serta pelatihan tenaga kesehatan di 514 kabupaten/kota.

Selain pengadaan alat, dukungan juga mencakup skema kontrak pemeliharaan selama tujuh tahun dan pembiayaan untuk peningkatan kompetensi tenaga medis di daerah.

Dampak pada pelayanan kesehatan daerah

Bupati Jonius mengungkapkan bahwa Tapanuli Utara selama ini sering merujuk kasus KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi) ke RSUP H. Adam Malik Medan. Dengan hadirnya Cath Lab, ia berharap akses layanan jantung menjadi lebih cepat dan jumlah rujukan berkurang.

"Kepercayaan masyarakat harus kita jaga bersama. Itu dimulai dari keramahan dan kualitas pelayanan tenaga kesehatan,"

Bupati juga menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten untuk mendukung penempatan dokter spesialis dan mengusulkan revitalisasi infrastruktur rumah sakit.

Langkah berikutnya

Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, dr. Zainal Safri, menghargai komitmen Pemkab dalam mengembangkan pelayanan. Optimasi penggunaan Cath Lab di RSUD Tarutung diharapkan dapat mengurangi beban rujukan ke rumah sakit pusat melalui penanganan pasien di daerah.

Pengembangan layanan ini menegaskan arah RSUD Tarutung untuk memperkuat kemandirian, meningkatkan kompetensi medis, dan memperluas akses bagi masyarakat Tapanuli Utara dan sekitarnya. Kemandirian tersebut mencakup kesiapan alat, dokter, tenaga kesehatan, sistem pelayanan, dan konsistensi mutu.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait