Lokal

DHD 45 Pamerkan 2.000 Buku Lawas untuk Perkuat Literasi Kebangsaan

Bagikan:
Pengunjung melihat rak buku lawas di pameran DHD 45 Gedung Juang 45 Medan

Medan, 4 November 2026 — Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD 45) Provinsi Sumatera Utara membuka pameran sekitar 2.000 buku lawas untuk memperkuat literasi kebangsaan di kalangan generasi muda. Pameran berlangsung pada 4-8 November 2026 di Gedung Juang 45, Medan. Kegiatan ini menampilkan literatur perjuangan, kemerdekaan, dan kebudayaan Indonesia yang banyak terbit jauh sebelum era sekarang.

Pameran dan koleksi

Pameran menampilkan lebih dari dua ribu judul buku tua dan langka. Koleksi meliputi sejarah perjuangan nasional, dokumen kemerdekaan, serta kajian kebudayaan daerah. Banyak buku sulit ditemukan di pasaran saat ini, sehingga pameran menjadi kesempatan berharga untuk mengenal sumber primer sejarah.

Tujuan pendidikan dan identitas kebangsaan

Ketua Umum DHD 45 Sumut, Mayjen TNI (Purn) Muhammad Hasyim, mengatakan tujuan utama pameran adalah menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah bangsa. Ia menilai dokumentasi perjuangan dalam buku-buku itu penting untuk diwariskan agar semangat persatuan tetap hidup.

“Banyak buku yang dipamerkan merupakan terbitan dari masa yang jauh sebelum generasi sekarang. Melalui pameran ini, generasi muda dapat melihat dan mempelajari kembali sejarah yang tertuang di dalamnya,”

Hasyim menambahkan bahwa pembelajaran lewat buku historis membantu membentuk pemahaman identitas nasional. Ia berharap pengunjung, khususnya pelajar dan mahasiswa, datang untuk membaca dan berdiskusi di lokasi pameran.

Rencana digitalisasi koleksi

Untuk memperluas akses, DHD 45 berencana mengembangkan koleksi buku lawas menjadi arsip digital. Rencana ini akan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara. Digitalisasi diharapkan memudahkan penelusuran dan pelestarian naskah asli.

“Ke depan, buku-buku lawas tersebut juga dapat dikembangkan dalam bentuk digital. Kami siap berkolaborasi untuk mendukung upaya tersebut,”

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Desni Maharani Saragih, menyatakan kesiapan mendukung digitalisasi. Menurutnya, langkah itu akan memperkuat jangkauan pendidikan sejarah bagi publik luas.

Peserta dan dukungan

Pameran dihadiri berbagai kalangan, termasuk kolektor buku mantan Bupati Serdang Bedagai Soekirman, mahasiswa, dan undangan lainnya. Partisipasi mulai dari kolektor hingga institusi pendidikan membuka peluang kolaborasi lebih luas di masa depan.

  • Tokoh dan kolektor lokal
  • Mahasiswa dan pelajar
  • Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip

Dengan strategi pameran dan rencana digitalisasi, DHD 45 berharap warisan pustaka perjuangan dapat terjaga dan mudah diakses generasi sekarang maupun mendatang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait