Wapres Janjikan Kenaikan Status RSUD Perpetua Asmat Jadi Tipe C
RSUD Perpetua Asmat dikunjungi Wakil Presiden Gibran Rakabuming beberapa hari lalu di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, untuk meninjau layanan kesehatan dan mendorong percepatan kenaikan status rumah sakit menjadi tipe C agar akses layanan medis berkualitas dapat meluas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Kunjungan dilakukan dengan meninjau fasilitas, berdialog dengan pasien, dan menerima masukan dari pengelola rumah sakit.
Kunjungan dan janji peningkatan status
RSUD Perpetua Asmat menjadi fokus percepatan peningkatan status. Wapres menegaskan akan menindaklanjuti kebutuhan fasilitas serta dukungan pembangunan untuk menjadikan rumah sakit setara tipe C. Tujuannya meningkatkan kapasitas layanan dan mengurangi rujukan pasien ke luar Asmat.
"Sepulang dari Asmat akan kita follow up lagi,"
"Saya janji nanti akan ada pembangunan rumah sakit tipe C di Asmat ini. Jadi nanti untuk masalah kesehatan akan kita lakukan intervensi juga,"
Kebutuhan fasilitas dan infrastruktur
Direktur RSUD Perpetua J. Safanpo, Yenny Yokung Yong, menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis kepada Wapres. Di antaranya adalah hadirnya mesin CT scan untuk mengurangi jumlah rujukan. Saat ini rumah sakit masih menanggung biaya rujukan pasien orang asli Papua, termasuk transportasi dan akomodasi keluarga pasien.
"Tentunya pelayanannya juga meningkat, kualitas pelayanannya meningkat. Bukan hanya empat dasar, tetapi juga bisa berkembang ke arah pelayanan kanker, jantung, stroke, dan urologi,"
Yenny juga meminta penguatan infrastruktur digital, seperti peningkatan kapasitas Wi-Fi, untuk mendukung implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
Tantangan pelayanan medis di Asmat
RSUD Perpetua menghadapi beberapa kendala operasional yang memengaruhi layanan. Keterbatasan air bersih saat musim kemarau mengganggu pelayanan medis dan pengendalian infeksi. Secara epidemiologis, rumah sakit mencatat tingginya kasus penyakit menular dan non-menular.
- Malaria
- Demam berdarah
- Diare
- Pneumonia dan infeksi saluran pernapasan akut
- Tuberkulosis
- Peningkatan kasus stroke dan penyakit jantung
Dampak dan tindak lanjut
Peningkatan status RSUD menjadi tipe C diharapkan menambah layanan spesialistik dan menurunkan angka rujukan yang menimbulkan beban biaya. Langkah selanjutnya adalah verifikasi kebutuhan teknis, penyediaan alat seperti CT scan, dan perbaikan infrastruktur air serta jaringan digital. Pemerintah pusat dijanjikan akan follow up setelah kunjungan untuk merealisasikan komitmen tersebut.
Dengan kenaikan status, RSUD Perpetua diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan dasar dan spesialistik di Asmat, sehingga masyarakat di wilayah 3T mendapat layanan lebih dekat dan berkualitas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Pimpin Upacara HUT TNI ke-81 di Mabes TNI Cilangkap
Presiden Prabowo tiba di Mabes TNI Cilangkap 5 Oktober 2026 untuk memimpin upacara HUT TNI ke-81 dan meresmi...
Prabowo Inspektur Upacara HUT ke-81 TNI, Lima Kodam Diresmikan
Presiden Prabowo jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap, 5 Okt 2026; sekaligus meresmikan lima Ko...
Tanggal 5 Oktober: HUT TNI, Hari Guru, dan Hari Meningitis
5 Oktober 2026 menandai HUT ke-81 TNI, Hari Guru Sedunia, dan Hari Meningitis Sedunia beserta sejarah dan ma...
Kementerian PU Kirim Bantuan Air Bersih untuk Pulau Palue
Kementerian PU mengirim satu mobil tangki 4.000 L dan 24 hidran umum untuk atasi kekeringan di enam desa Pul...
Susunan Acara HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, Rangkaian Lengkap
Puncak HUT ke-81 TNI berlangsung di Mabes TNI Cilangkap pada 5 Oktober 2026, meliputi upacara, penganugeraha...
BGN Aktifkan 480 Dapur SPPG, Total Capai 27.022 Unit
BGN mengaktifkan 480 dapur SPPG di 16 provinsi, menambah total jadi 27.022 unit, dengan fokus perluasan ke w...