RS Mitra Medika: Keluarga Setuju Biaya Perawatan Anak, Rumah Sakit Jelaskan
RS Mitra Medika Premiere memberikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan keluarga pasien meminta bantuan biaya pengobatan anak kepada Gubernur Sumatera Utara. Peristiwa itu terungkap Sabtu (6/6) setelah rumah sakit menerima rujukan pasien dalam kondisi darurat untuk tindakan bedah toraks dan kardiovaskular di Medan. Pihak rumah sakit menegaskan pasien dirawat sebagai pasien umum non-BPJS dan keluarga telah menyetujui serta menandatangani estimasi biaya sebelum tindakan dilakukan.
Kronologi rujukan dan penanganan
Pasien dirujuk dari RS Pertamina Pangkalan Brandan karena pisau tertancap di dada, sehingga memerlukan tindakan BTKV darurat. Kedatangan dalam kondisi kritis membuat tim medis segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan nyawa.
"Pasien datang dalam kondisi darurat dan membutuhkan tindakan medis segera. Karena itu, pasien dirujuk ke RS Mitra Medika Premiere untuk penanganan BTKV," ujar dr. Arief Hidayat Guci, Wakil Direktur Pelayanan, Sabtu (6/6).
Klarifikasi: non-BPJS dan estimasi biaya
Pihak rumah sakit menegaskan sejak awal kepada keluarga bahwa layanan di RS Mitra Medika Premiere bersifat non-BPJS. Rumah sakit juga memberikan penjelasan tentang estimasi biaya pengobatan sebelum melakukan tindakan medis.
"Kami sudah menyampaikan bahwa rumah sakit kami non-BPJS dan pihak keluarga memahami serta menyetujui hal tersebut. Estimasi biaya juga telah ditandatangani oleh orang tua pasien," kata dr. Arief.
Kondisi pasien dan bantuan biaya
Video viral menampilkan keluarga yang menangis dan meminta bantuan karena biaya dinyatakan mencapai lebih dari Rp80 juta. Keluarga juga menyebut telah menggadaikan rumah untuk menutup biaya perawatan.
RS Mitra Medika Premiere menyatakan prioritas utama adalah keselamatan pasien. Setelah tindakan medis, kondisi pasien dilaporkan mulai membaik dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Kami fokus menyelamatkan pasien terlebih dahulu. Alhamdulillah, saat ini kondisi pasien sudah membaik dan masih dalam perawatan," ujar dr. Arief.
Keringanan dan tanggung jawab operasional
Rumah sakit menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan keringanan biaya sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga. Namun rumah sakit juga menyoroti tanggung jawab operasional terkait obat, alat kesehatan, dan tindakan medis yang tidak gratis.
"Kami sudah memberikan diskon dan membantu semaksimal mungkin. Namun, di sisi lain rumah sakit juga memiliki tanggung jawab operasional karena obat-obatan, alat kesehatan, serta tindakan medis yang digunakan tidak diperoleh secara gratis," jelas dr. Arief.
Harapan penyelesaian administrasi
RS Mitra Medika Premiere berharap persoalan administrasi dapat diselesaikan dengan baik tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dan keberlangsungan pelayanan kesehatan. Rumah sakit menegaskan komitmen menjaga keselamatan pasien sekaligus mencari solusi agar beban keluarga dapat diminimalkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Bongkar 'Vape Getar'; Ledakan Medan; Wali Kota Ultimatum PBG
Polda Sumut tangkap empat pelaku 'Vape Getar', temukan titik terang ledakan Grand Polonia, dan Wali Kota Med...
Polres Labuhanbatu Tangkap 2 Tersangka, Sita 5,72 Gram Sabu
Satres Narkoba Polres Labuhanbatu menangkap dua pria dan menyita 5,72 gram sabu di Rantau Selatan pada 24 Ju...
Aceh Singkil dan Subulussalam Audiensi ke KPU RI Ajukan Dapil Baru
Bupati Aceh Singkil dan Wali Kota Subulussalam menggelar audiensi dengan KPU RI pada 24 Juli 2026 untuk meng...
Dayah RQ Jalin MoU Pendidikan dengan Universitas al-Wasathiyah Yaman
Dayah Ruhul Qur’ani Meulaboh tandatangani MoU pendidikan dengan Universitas al-Wasathiyah Yaman; termasuk pe...
Milad ke-40 HIMAB: Silaturahmi Perkuat Sinergi dengan Pemkab Aceh Besar
Camat Kuta Baro apresiasi Milad ke-40 HIMAB di Aceh Besar sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan sinerg...
Aceh Besar Gelar Lomba Beut Kitab Bak Sikula untuk SD dan SMP
Aceh Besar menggelar Lomba Beut Kitab Bak Sikula untuk SD-SMP (25/7) sebagai evaluasi kemampuan membaca kita...