Aceh Besar Gelar Lomba Beut Kitab Bak Sikula untuk SD dan SMP
Aceh Besar — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyelenggarakan Lomba Beut Kitab Bak Sikula bagi murid SD dan siswa SMP pada Sabtu (25/7) di Gedung Dekranasda Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan membaca kitab jawi, memahami bahasa Jawi, serta mempraktikkan tata cara shalat.
Lomba sebagai alat evaluasi program
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Fahrurrazi, mengatakan hasil penilaian dewan juri akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan Program Beut Kitab Bak Sikula. Penilaian mencakup kemampuan baca kitab, pemahaman bahasa Jawi, dan praktik shalat.
“Kami berharap hasil penilaian nantinya dapat menggambarkan sejauh mana kemampuan anak-anak dalam membaca kitab, memahami bahasa Jawi, dan mempraktikkan shalat. Evaluasi ini akan menjadi dasar untuk pengembangan program pada masa mendatang,” ujar Fahrurrazi.
Skala kegiatan dan rencana perluasan
Pelaksanaan tahun ini bersifat piloting dengan melibatkan 23 SD dan 23 SMP yang mewakili seluruh kecamatan di Aceh Besar. Menurut Fahrurrazi, ini adalah langkah awal sebelum program diluaskan ke lebih banyak sekolah.
“Pada tahun pertama ini hanya melibatkan sekolah perwakilan dari setiap kecamatan. Insya Allah mulai tahun 2027 seluruh SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, akan ikut serta dalam lomba ini,” kata Sekdisdikbud Aceh Besar.
Penghargaan dan motivasi peserta
PANITIA menyiapkan sejumlah penghargaan untuk para juara sebagai bentuk apresiasi. Meskipun nilai hadiahnya dinilai tidak besar, penyelenggara berharap penghargaan itu menjadi pendorong semangat belajar.
- Uang pembinaan
- Piala
- Medali
- Sertifikat
“Walaupun hadiahnya tidak terlalu besar, kami berharap penghargaan tersebut mampu memotivasi peserta untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Sertifikat prestasi juga dapat dimanfaatkan sebagai nilai tambah ketika melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi,” jelas Fahrurrazi.
Dukungan guru dan ulama
Program ini saat ini didukung oleh 457 guru yang telah dipersiapkan untuk mengajarkan pembelajaran kitab di berbagai sekolah di Aceh Besar. Fahrurrazi juga mengapresiasi inisiasi Bupati H. Muharram Idris dan dukungan penuh dari Forum Ulama Aceh Besar.
“Program yang digagas Bapak Bupati merupakan langkah yang sangat baik untuk membentuk karakter dan memperkuat pemahaman agama anak-anak sejak dini. Kami optimistis manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Dengan evaluasi yang terukur dan dukungan tenaga pengajar serta ulama setempat, Pemkab Aceh Besar berharap Program Beut Kitab Bak Sikula dapat berkembang berkelanjutan dan memperkuat pendidikan agama di sekolah formal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polsek Kualuh Hulu Tangkap Pengedar Sabu di Pinggir Jati
Tim Opsnal Polsek Kualuh Hulu menangkap Angga (40) terduga pengedar sabu di Pinggir Jati, Labuhanbatu Utara....
KNPI Kecam Oknum yang Catut Nama Bupati dalam Pungli Rp18 Juta
Ketua KNPI Padanglawas kecam oknum ZA yang diduga mencatut nama bupati untuk memungut Rp18 juta terkait prog...
Tapanuli Utara Luncurkan One Day Service untuk Akta Kelahiran
Pemkab Tapanuli Utara meluncurkan One Day Service: bayi lahir di Puskesmas langsung dapat akta, KK terbaru,...
Pemkab Nias Selatan Gelar Rakor Pemerintahan di Pulau Tello
Pemkab Nias Selatan menggelar Rakor Pemerintahan di Pulau Tello untuk memperkuat tata kelola, pengelolaan ke...
Warga Minta RDP Komisi III soal Pengelolaan 47.000 Ha Eks Torganda
Forum Masyarakat Mitra Torganda minta RDP Komisi III soal pengelolaan 47.000 ha eks Torganda dan pemulihan h...
Bupati Dorong Bank Sumut Perluas Akses KUR untuk UMKM
Bupati Tapanuli Utara mendorong Bank Sumut memperluas akses KUR bagi UMKM, mengatasi kendala afiliasi pembia...