RRI Kembangkan Layanan Multiplatform untuk Hadapi Disrupsi Media
Radio Republik Indonesia menegaskan adaptasi ke era digital dengan mengembangkan layanan multiplatform untuk menjangkau masyarakat yang beralih ke media digital. Pernyataan ini disampaikan Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Anwar Mujahid Adhy Trisnanto dalam acara talkshow literasi digital dan pergelaran budaya di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026. RRI menyatakan tetap mempertahankan radio terestrial sambil memperluas distribusi informasi melalui platform digital.
RRI adaptsi ke era digital
Anwar menyebutkan langkah multiplatform merupakan respons langsung terhadap disrupsi media. RRI mempertahankan fungsi radio terestrial sebagai media utama. Pada saat yang sama, RRI memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau segmen publik yang kini aktif di internet dan media sosial.
Yang jelas begini, setelah disrupsi media, maka RRI mengembangkan apa yang sekarang disebut sebagai multiplatform. Mempertahankan radio terestrialnya, tapi juga menggunakan multiplatform untuk memperluas distribusi pesan menjangkau segmen-segmen masyarakat yang sudah beralih kepada media digital
Fungsi publik dan distribusi informasi
Anwar menegaskan tujuan pengembangan layanan adalah agar RRI tetap menjalankan fungsinya sebagai lembaga penyiaran publik sesuai amanat undang-undang. RRI ingin menyediakan informasi, hiburan, dan edukasi yang dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, RRI berupaya menjaga perannya sebagai perekat sosial di tengah perubahan cara masyarakat mengonsumsi media.
Dengan demikian maka itu menunjukkan bahwa memang RRI tidak mau ketinggalan untuk memanfaatkan era digitalisasi ini habis-habisan. Supaya tetap bisa mempertahankan, mengamalkan apa yang menjadi, apa yang diamanahkan oleh undang-undang kepada RRI
Literasi digital untuk lansia
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial, RA Loretta Kartikasari, menyatakan bahwa kelompok lansia kini semakin akrab dengan teknologi. Banyak lansia telah menggunakan telepon pintar, memiliki akses internet, dan aktif di media sosial. Kondisi ini mendorong perlunya program literasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Artinya ternyata lansia ini up to date, berdaya, produktif, aktif. Literasi yang terjadi adalah dimulai dengan membuat kita senang, kita happy, bahagia
Modul dan metode penyampaian
DNIKS bersama BPSDM Kemkominfo dan sejumlah peneliti komunikasi menyusun modul literasi digital khusus untuk lansia. Modul ini menekankan aspek visual agar materi mudah dibaca dan dipahami. Penyesuaian meliputi ukuran huruf, kontras warna, dan tata letak yang ramah penglihatan lansia.
- Ukuran huruf lebih besar
- Warna dan kontras yang tidak mengganggu penglihatan
- Tampilan materi sederhana dan mudah diikuti
Loretta menambahkan pendekatan yang menyenangkan dan melibatkan lansia sebagai pelatih menjadi kunci keberhasilan. Pendekatan ini bertujuan membuat peserta merasa percaya diri dan mampu memanfaatkan ruang digital secara aman.
Lansia kita sudah belasan persen, artinya aktivitas di dalam digital juga cukup besar. Dan perlunya kami bergandengan tangan bersama pemerintah, stakeholders seluruhnya untuk bisa melanjutkan literasi digital ini kepada lansia
Ke depan, RRI dan DNIKS mendorong kolaborasi lintas lembaga untuk memperluas jangkauan program. Upaya ini dinilai penting agar lansia tetap terhubung, produktif, dan terlindungi di ruang digital.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menteri PU: Berita ASN Meninggal karena Cuti Ditolak Adalah Hoaks
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan kabar ASN meninggal akibat cuti sakit ditolak adalah hoaks; pemeriksaan...
KSP: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Hanya Dampingi Petugas Pajak
KSP menegaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas hanya mendampingi petugas DJP, tanpa kewenangan penagihan atau pe...
Kepala BGN Ajak Masyarakat dan Media Awasi Program MBG
Kepala BGN Sudaryono mengajak masyarakat dan media mengawal Program Makan Bergizi Gratis demi layanan sesuai...
LPDS Luncurkan e-Learning UKW, Soroti Turunnya Kompetensi Wartawan
LPDS meluncurkan e-learning UKW pada HUT ke-38 untuk menjawab penurunan kompetensi wartawan di tengah melimp...
North Hub Mulai Fabrikasi FPSO, Target Produksi Perdana 2028
Fabrikasi FPSO Bahtera Haluan Lestari dimulai di Tanjung Balai Karimun; North Hub ditargetkan produksi gas p...
Kepala BGN: Petugas SPPG Jalankan MBG dengan Hati Nurani
Kepala BGN Sudaryono minta petugas SPPG jalankan Program MBG dengan hati nurani agar makanan aman, layak, da...