Ekonomi

Roti Kucing: Sourdough Lokal 1 Tahun di Hutan Kota Sungailiat

Bagikan:
Roti Kucing di Hutan Kota Sungailiat dengan sayatan permukaan menyerupai cakaran kucing

Roti Kucing, usaha roti lokal milik Yesi Indriani Gustira, genap berjalan satu tahun di kawasan Hutan Kota Sungailiat. Usaha ini menonjolkan penggunaan sourdough atau ragi alami yang dirawat sendiri untuk menghasilkan tekstur lembut, aroma khas, dan rasa berbeda dari roti biasa.

Konsep dan asal nama

Keunikan Roti Kucing adalah pemeliharaan ragi alami (sourdough) secara mandiri. Menurut pemilik, proses perawatan ragi berlangsung setiap hari agar starter tetap aktif.

"Pertama, roti ini sourdough. Ragi yang kita pelihara sendiri. Setiap hari kita harus kasih makan, biar ia hidup. Bukan ragi instan pada umumnya. Itu yang membedakannya. Prosesnya lebih healthy karena sourdough dan ada beberapa varian. Jadi lebih aman untuk dicerna lambung," kata Yesi.

Nama "Roti Kucing" terinspirasi dari teknik scoring — sayatan di permukaan adonan sebelum dipanggang. Bentuk sayatan itu menyerupai cakaran kucing, menjadi ciri khas visual produk.

Proses pembuatan

Produksi roti mengikuti tahapan terukur untuk menjaga kualitas. Setiap langkah berdurasi singkat namun penting untuk hasil akhir yang konsisten.

  1. Penimbangan bahan dan pencampuran adonan.
  2. Istirahat awal sekitar 20 menit.
  3. Pembagian adonan seberat 80 gram, rounding, lalu intermediate proofing 20 menit.
  4. Shaping, pengisian sesuai varian, dan final proofing selama 1–1,5 jam.
  5. Pemanggangan selama 10–20 menit hingga matang.

Metode ini menghasilkan roti yang renyah di luar dan lembut di dalam, tanpa bergantung pada ragi instan.

Varian rasa dan pemasaran

Roti Kucing menawarkan beberapa varian dengan harga seragam. Pilihan rasa meliputi:

  • Cranberry cream cheese
  • Chocolate cheese
  • Double choco
  • Beef smoked beef parmesan

Penjualan dilakukan langsung di outlet Maca Forest Sungailiat dan melalui mitra coffee shop di Bangka. Lokasi yang asri turut menambah daya tarik bagi pengunjung.

Respons pelanggan dan prospek

"Rasa rotinya crunchy, terus dalamnya lembut, terus harganya juga terjangkau. Dan suasananya makan di sini sejuk, adem, bikin tenang. Saya memilih rasa coklat dan itu kesukaan saya. Rasa coklatnya premium dan enak," kata Salbila, salah seorang pembeli.

Dengan inovasi produk dan proses yang teliti, Roti Kucing menjadi contoh UMKM lokal yang berkembang. Lokasi strategis dan pola pemasaran ke coffee shop lokal membuka peluang perluasan pasar di Bangka.

Ke depan, pengelola menilai peningkatan produksi dan diversifikasi varian bisa memperkuat posisi Roti Kucing sebagai pilihan kuliner khas di kawasan Hutan Kota Sungailiat.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait