IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan Jelang Keputusan BI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, seiring prakiraan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI). Pada Selasa lalu IHSG tercatat naik 1,74% ke level 6.340, dan analis memproyeksikan pergerakan menuju 6.375-6.400.
Sentimen pasar dan target teknikal
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG mampu bertahan di zona 6.300. Mereka melihat peluang lanjutan penguatan pasar ke rentang 6.375-6.400 bila sentimen tetap positif.
"IHSG berhasil bertahan di level 6.300. Hari ini, IHSG berpeluang lanjutkan penguatan menuju level 6.375-6.400," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Fokus pasar: Rapat Dewan Gubernur BI
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi perhatian utama pelaku pasar hari ini. Menurut konsensus, BI diperkirakan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6%. Keputusan ini diantisipasi memengaruhi aliran modal dan sentimen pasar saham.
"Menurut konsensus BI kemungkinan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen," ujar Tim Phintraco.
Data kredit dan kondisi likuiditas
Phintraco mencatat pertumbuhan kredit tahunan pada Juni 2026 diperkirakan mencapai sekitar 9%. Angka ini melambat dari Mei yang tercatat 11,51%.
Pasar juga mencermati langkah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas likuiditas di semester II-2026. KSSK menyiapkan strategi optimalisasi penempatan uang negara pada bank umum untuk menjaga likuiditas sektor perbankan domestik.
Langkah pemerintah untuk tekan biaya dan stabilkan harga
Selain kebijakan moneter, pemerintah menerapkan kebijakan fiskal untuk meredam tekanan biaya usaha. Langkah yang disebutkan meliputi diskon biaya transportasi dan insentif impor. Tujuannya menekan biaya operasional sektor manufaktur dan perdagangan.
"Pemerintah juga memberikan diskon biaya transportasi dan insentif impor. Langkah ini ditujukan untuk menekan biaya operasional industri manufaktur dan perdagangan," ujar Tim Phintraco.
Kementerian Keuangan juga melakukan intervensi pada harga BBM dan bahan pangan utama untuk mengamankan daya beli masyarakat. Upaya ini diharapkan menopang konsumsi dan kegiatan usaha, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi.
Penerbitan Panda Bonds dan langkah pembiayaan lain
Pasar juga memperhatikan rencana pemerintah menerbitkan obligasi berdenominasi yuan, atau Panda Bonds. Penerbitan yang dijadwalkan pada 23 Juli 2026 menargetkan penghimpunan dana sebesar USD 1 miliar.
Regulasi finansial dan prospek sumber pembiayaan
Sementara itu, DPR pada Senin kemarin mengesahkan RUU tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang. Pembentukan PFII diharapkan membuka sumber pembiayaan baru dan menarik aliran modal asing ke pasar domestik.
Pandangan pelaku pasar akan tetap terfokus pada kombinasi kebijakan moneter dan fiskal dalam beberapa hari ke depan. Keputusan BI dan respons kebijakan pemerintah menjadi kunci arah IHSG jangka pendek.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...