Politik

PDI Perjuangan Berduka, Dokter Rismala Fitria Dewi Tutup Usia

Bagikan:
dr. Rismala Fitria Dewi saat memberikan pelayanan kesehatan

Sidoarjo — Keluarga besar PDI Perjuangan berduka atas wafatnya dr. Rismala Fitria Dewi pada Jumat, 19 Juni 2026 di Sidoarjo. Almarhumah dikenal sebagai kader aktif dari Desa Sumput dan menjabat Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan, dan Anak DPC PDI Perjuangan Sidoarjo. Selama bertugas, ia kerap turun langsung membantu pelayanan kesehatan masyarakat dan penanganan bencana.

Kesan dan doa dari pengurus Partai

Pengurus DPC PDI Perjuangan Sidoarjo yang mendatangi Rumah Sakit Notopuro mengenang dedikasi dan kebaikan hati Bu Dokter Fitri. Hadir antara lain Ketua DPC Hari Yulianto, Sekretaris Raymond Tara, dan Bendahara Hj Kasipah. Kunjungan itu menyisakan momen emosional ketika rekan-rekannya membesarkan hati almarhumah.

“Sembuh dulu, kembali sehat, bu dokter…”

Dalam kondisi sakit, dr. Fitria sempat menyampaikan maaf karena tidak mampu mengikuti kegiatan partai belakangan ini.

“Maaf Pak Ketua, saya nggak bisa ikut kegiatan akhir-akhir ini,”

Ucapan itu direspons hangat oleh Ketua DPC yang meminta ia fokus pada pemulihan.

Kursi roda bukan halangan

Meski harus dibantu kursi roda dalam beberapa kesempatan terakhir, semangat pengabdian dr. Fitria tidak padam. Ia hampir tak pernah absen dalam rapat internal dan selalu menyambut penugasan medis dengan sikap riang. Perannya sebagai tenaga medis terlihat nyata saat aksi pengobatan gratis untuk buruh perempuan pada 1 Mei 2026 di Kabupaten Malang.

“Kami sempat kewalahan, yang periksa banyak banget,”

kata almarhumah saat melaporkan kegiatan itu dalam rapat rutin DPC.

Respons cepat saat musibah Al Khoziny

Jejak kepedulian dr. Fitria juga terekam saat ambruknya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny pada akhir September 2025. Sebagai Sekretaris Baguna DPC, ia segera mengenakan rompi dan helm, memimpin evakuasi dan koordinasi relawan menggunakan ambulans partai. Berkat usaha terkoordinasi, delapan armada ambulans dioperasikan sejak 30 September hingga operasi penuntasan pada 7 Oktober.

Layanan ke daerah terisolasi di Sumatra

Tidak hanya di Jawa, dr. Fitria juga diterjunkan ke Aceh dan Sumatra Barat saat banjir bandang. Ia bergabung dengan tim medis lintas daerah untuk menembus titik terisolasi dan menggelar pengobatan gratis bagi warga terdampak. Ketika ditanya soal dokumentasi, ia menjawab dengan sederhana:

“Nggak kepikiran untuk foto-foto. Apalagi kalau pas acara, yang datang banyak sekali, jadi fokus melayani saja.”

Semangat aktivis sejak 1998

Semangat pro-rakyat almarhumah berakar sejak masa kuliah. Ia mengenang keterlibatannya dalam gerakan reformasi 1998 dan tetap memelihara jiwa aktivis itu sepanjang hidupnya. Sikapnya yang rela meninggalkan zona nyaman demi membantu masyarakat menjadi teladan bagi kader lain.

Kepergian dr. Rismala Fitria Dewi meninggalkan duka mendalam. Namun, dedikasi cepat tanggap dalam kebencanaan, layanan kesehatan bagi warga kecil, dan keteguhan idealismenya diharapkan tetap menginspirasi kader PDI Perjuangan Sidoarjo ke depan.

Untuk membaca liputan terkait lainnya, lihat publikasi di Google News.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait