Risma Turun ke Sigi: Pemetaan Kebutuhan dan Pengiriman Tenda
SIGI — Kepala Badan Penanggulangan Bencana PDI Perjuangan, Tri Rismaharini, turun langsung ke Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (22/6/2026), untuk memetakan kebutuhan warga korban gempa dan memastikan bantuan segera diterima serta tepat sasaran.
Kondisi gempa dan dampak awal
Gempa yang terjadi pada 16 Juni 2026 berpusat di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan keras terasa di Sigi, Poso, dan Parigi Moutong sehingga banyak warga mengungsi.
Petugas dan relawan terus mendata kerusakan dan menilai kebutuhan dasar para penyintas, termasuk tempat tinggal sementara, air bersih, dan pangan.
Bantuan yang disalurkan
Risma dan tim PDI Perjuangan menyerahkan bantuan paket langsung ke pos-pos pengungsian. Jenis bantuan yang dibawa meliputi:
- Selimut dan tenda
- Pampers dan makanan bayi
- Bahan makanan pokok dan tambahan beras
- Makanan ringan untuk anak-anak
- Lampu tenaga surya dan tandon air
Tim mengidentifikasi tenda sebagai prioritas utama untuk mengurangi paparan warga terhadap cuaca malam.
Aksi lapangan dan koordinasi
Sejak pagi hingga malam, Risma berkeliling sejumlah titik pengungsian di Desa Kamarora A, Kamarora B, Desa Kadidia, Desa Sintuwu, dan Desa Sarumana. Kunjungan bertujuan memetakan kebutuhan riil sekaligus mempercepat penyaluran bantuan.
Dalam kunjungan itu Risma didampingi Wakil Bupati Sigi sekaligus Ketua Satgas Tanggap Darurat Gempa Samuel Yansen Pongi, Anggota DPR RI Matindas J. Rumambi, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Nikolas Birro Allo, dan Anggota DPRD Kabupaten Sigi Sumi.
"Saya ingin menyampaikan perhatian dari Ibu Ketua Umum, Ibu Profesor Megawati Soekarnoputri, kepada Bapak-Ibu sekalian yang beberapa hari ini menerima cobaan berupa bencana gempa. Karena itu, Ibu menugaskan saya untuk membantu meringankan beban warga di Kabupaten Sigi."
Tindak lanjut dan kebutuhan mendesak
Risma menegaskan pihaknya akan mengirim kembali tenda jika stok di lapangan masih kurang. Selain itu, tim juga menyiapkan lampu surya untuk penerangan malam dan tandon air untuk memenuhi kebutuhan sanitasi dasar.
Koordinasi logistik pun terus dilakukan agar distribusi beras dan bahan pokok sampai ke titik pengungsian secara cepat dan merata.
Hadirnya Risma dan jajaran PDI Perjuangan di lokasi bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberi dukungan moril kepada warga yang sedang berjuang pulih pascabencana. Dengan pemetaan kebutuhan yang lebih akurat, diharapkan proses pemulihan berjalan lebih cepat dan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Said Abdullah: Pengajuan Destry-Aida Pilihan Teknokrasi untuk BI
Said Abdullah menilai pengajuan Destry dan Aida sebagai pilihan teknokrasi; BI perlu segera merumuskan core...
Marhaenisme: Relevansi Pemikiran Bung Karno di Era Digital
Presiden Prabowo menyebut Marhaenisme pada 14 Agustus 2026; gagasan Bung Karno diuji relevansinya untuk meni...
17 Rumah Diserahkan di Trenggalek: Makna Kemerdekaan Lewat Bedah Rumah
Bupati Trenggalek menyerahkan 17 rumah hasil program bedah rumah pada 17 Agustus 2026; sinergi Pemkab, Bazna...
Bambang Sutriyono Gelar Doa HUT ke-81 dan Bagikan Pupuk Organik Gratis
Bambang Sutriyono memimpin doa HUT ke-81 di Desa Pancur, Temayang, sekaligus membagikan pupuk organik gratis...
PDI Perjuangan Tulungagung Gelar Sarasehan Kebangsaan HUT ke-81
PDI Perjuangan Tulungagung menggelar sarasehan kebangsaan 17 Agustus 2026 untuk memperkuat semangat kader da...
PDI Perjuangan Minta P-APBD 2026 Jatim Fokus Manfaat untuk Rakyat
PDI Perjuangan minta P-APBD 2026 Jatim fokuskan anggaran pada manfaat nyata bagi rakyat, bukan sekadar besar...