IKA BKPRMI Dorong Revitalisasi Remaja Masjid di Aceh
ACEH BESAR — Ikatan Keluarga Alumni BKPRMI Aceh mendorong revitalisasi organisasi remaja masjid di seluruh Aceh sebagai upaya membentengi generasi muda dari narkoba, pergaulan bebas, dan pelanggaran syariat. Pernyataan itu disampaikan Ketua Pengurus IKA BKPRMI Aceh, Dr. Bustami Usman, pada pertemuan silaturahim di Desa Wisata Nusa, Lhoknga, Sabtu (1/8).
Alasan dan tantangan
Bustami menilai remaja masjid menempati posisi strategis dalam pembinaan moral berbasis nilai Islam. Ia menyebut fenomena perilaku menyimpang pada remaja, pelajar, dan mahasiswa makin kompleks, terutama di kawasan perkotaan.
Menurutnya, meningkatnya risiko penyakit akibat pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba menjadi keprihatinan bersama. Untuk itu diperlukan pendekatan pembinaan yang adaptif dan inovatif.
"Remaja masjid harus menjadi ruang pembinaan yang aktif, kreatif, dan menarik bagi generasi muda, sehingga mereka memiliki aktivitas positif dan tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang."
Strategi revitalisasi
IKA BKPRMI mendorong penguatan organisasi remaja masjid dari tiga aspek utama: kelembagaan, program kegiatan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Bustami menekankan kegiatan harus variatif dan relevan dengan kebutuhan pemuda.
- Pembinaan keislaman seperti belajar mengaji dan menghafal Al-Qur'an
- Syiar Islam dan kegiatan dakwah berbasis komunitas
- Program olahraga dan seni untuk menyalurkan energi positif
- Aktivitas sosial budaya yang melibatkan masyarakat desa dan kecamatan
Ia menambahkan metode pembinaan yang kreatif akan menjadikan masjid lebih dari sekadar tempat ibadah, melainkan pusat penguatan karakter.
Peran pemerintah dan kolaborasi
Bustami menyatakan gerakan revitalisasi tidak bisa berjalan optimal tanpa dukungan kebijakan dan anggaran dari pemerintah. Ia mengajak pemerintah, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan BKPRMI bekerja bersama.
"Pembinaan remaja, pelajar, dan mahasiswa tidak akan maksimal tanpa keterlibatan pemerintah. Karena itu, perlu dukungan nyata, termasuk alokasi anggaran di tingkat desa, kecamatan, hingga provinsi."
Selain pendanaan, kolaborasi lintas sektor juga dinilai penting agar kegiatan dapat berlangsung masif dan berkelanjutan.
Implikasi dan prospek
Bustami optimistis jika remaja masjid aktif, moral dan ketakwaan generasi muda Aceh akan semakin kuat menghadapi tantangan zaman. Ia menekankan gerakan ini harus melibatkan pendekatan jemput bola untuk menjangkau remaja yang tinggal bersama orang tua maupun yang kos.
"Jika remaja masjid hidup dan aktif, maka kita optimistis generasi muda Aceh akan lebih kuat secara moral dan ketakwaan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman."
Revitalisasi organisasi remaja masjid diharapkan menjadi strategi jangka panjang yang efektif untuk menekan perilaku negatif sekaligus memperkuat nilai keagamaan di kalangan pemuda Aceh.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...