Prabowo Perintahkan Revitalisasi Desa Adat Sade Pasca Kebakaran
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan revitalisasi segera Desa Adat Sade di Nusa Tenggara Barat pasca kebakaran. Pemerintah pusat mulai menyusun rencana pemulihan kawasan adat itu, kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Jumat, 28 Agustus 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Arahan ini mencakup pembangunan kembali bangunan adat, fasilitas umum, dan penguatan mitigasi kebakaran.
Arahan Presiden dan rencana pemulihan
Menteri Kebudayaan mengatakan pemerintah telah diberi mandat untuk memulihkan kawasan adat Sade secepat mungkin. Perencanaan kini sedang disusun bersama pemerintah daerah untuk memastikan rekonstruksi berjalan sistematis. Prioritas awal difokuskan pada aspek keselamatan, fungsi sosial, dan nilai budaya kawasan.
Ya arahannya ya kita akan pulihkan kembali, kita akan revitalisasi. Ini sedang dirancang, saya juga bicara dengan Gubernur.
Rincian kerusakan dan bangunan terdampak
Dalam pembahasan awal tercatat sekitar 75 bangunan adat masuk rencana pemulihan. Selain rumah adat, rencana juga mempertimbangkan kios-kios usaha dan masjid yang ada di kawasan. Data ini menjadi dasar penentuan skala anggaran dan prioritas pekerjaan pemulihan.
- Rumah adat tradisional
- Kios-kios pedagang lokal
- Masjid di kawasan adat
Bahan bangunan dan risiko kebakaran
Pemerintah menekankan perlu menjaga karakter material bangunan adat saat rekonstruksi. Banyak bangunan menggunakan kayu, jerami, dan alang-alang, sehingga risiko kebakaran lebih tinggi. Desain ulang harus menyeimbangkan pelestarian budaya dan pengurangan risiko kebakaran.
Ada percikan sedikit atau ada konsleting dan lain-lain itu mudah terbakar. Apalagi bahan-bahan materialnya itu dari kayu, jerami kadang-kadang atau alang-alang.
Mitigasi kebakaran dan koordinasi lintas kementerian
Selain membangun kembali, pemerintah akan memperkuat langkah mitigasi kebakaran di Desa Adat Sade. Koordinasi dengan Kementerian Pariwisata direncanakan agar pemulihan sejalan dengan pengembangan destinasi wisata budaya. Pendekatan terpadu diharapkan menjaga keseimbangan antara konservasi budaya dan keselamatan pengunjung.
Proses selanjutnya
Tim perencana kini menyusun desain teknis dan langkah mitigasi yang mempertimbangkan kondisi lingkungan setempat. Pelaksanaan pembangunan akan diawasi agar tetap menghormati nilai-nilai tradisi sambil menurunkan risiko kebakaran. Pemerintah menegaskan proses harus berlangsung cepat namun berhati-hati untuk memastikan keberlanjutan kawasan adat.
Insiden kebakaran yang menimpa Desa Adat Sade juga menjadi pengingat untuk memperkuat proteksi di desa-desa adat lain. Pemulihan ini diharapkan sekaligus menjadi momentum memperbaiki sistem pencegahan kebakaran dan pelestarian budaya lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenkes Perkuat Logistik Kesehatan Hadapi Karhutla di 7 Provinsi
Kemenkes memperkuat distribusi masker, konsentrator oksigen, dan layanan kesehatan untuk merespons karhutla...
Wamendag Targetkan Perjanjian Perdagangan Indonesia-Maroko Rampung 2027
Wamendag Dyah Roro dorong percepatan perundingan perdagangan Indonesia-Maroko, menargetkan penyelesaian komp...
Polda Metro Amankan 322 Orang Usai Kericuhan di DPR
Polda Metro Jaya mengamankan 322 orang pasca-kericuhan di sekitar DPR; 160 berusia 12-19 tahun dan pemeriksa...
Kapolri Listyo Sigit Jadi Anggota Kehormatan KSBSI
Kapolri Listyo Sigit resmi diangkat sebagai Anggota Kehormatan KSBSI pada Rakernas 28 Agustus 2026 untuk per...
BPS Ajak Warga Perbarui DTSEN agar Posisi Desil Sesuai
BPS mengimbau masyarakat memutakhirkan data DTSEN secara mandiri agar posisi desil kesejahteraan tercermin a...
Kepala BPS Ajak Partisipasi Sensus Ekonomi 2026
Kepala BPS Amalia ajak masyarakat ikut Sensus Ekonomi 2026, jamin kerahasiaan data dan pastikan sensus bukan...