Sukadar Minta Dishub Surabaya Adopsi Aplikasi Parkir Terpusat
SURABAYA, 13 Agustus 2026 — Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Sukadar, mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menerapkan sistem setoran parkir terpusat seperti yang dipakai Kota Malang. Tujuan utamanya menekan kebocoran setoran parkir dan meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD).
Permintaan ke Dishub Surabaya
Sukadar menilai digitalisasi pengelolaan parkir menjadi langkah penting. Ia menyarankan Dishub Surabaya mencontoh aplikasi yang dipakai Pemkot Malang untuk memantau setoran juru parkir setiap hari.
"Di Kota Malang, Dinas Perhubungan mereka bikin aplikasi. Nama jukir itu, mereka setor hari per hari, tahu lewat aplikasinya,"
Catatan kinerja dan target retribusi
Sukadar menyebut target retribusi parkir tepi jalan umum Surabaya saat ini mencapai Rp73 miliar. Namun, realisasinya disebut selalu berada di bawah 50 persen.
Data pembukuan sebelumnya juga menunjukkan dari target Rp60 miliar, realisasi hanya sekitar Rp25 miliar. Angka itu menjadi dasar permintaan perbaikan tata kelola.
| Item | Nilai |
|---|---|
| Target retribusi (terkini) | Rp73 miliar (realisasi <50%) |
| Contoh pembukuan sebelumnya | Target Rp60 miliar — realisasi sekitar Rp25 miliar |
| Sistem pembayaran non-tunai | Skema bagi hasil 60:40 |
Manfaat aplikasi setoran terpusat
Sukadar memaparkan beberapa manfaat jika Surabaya mengadopsi sistem digital serupa. Pertama, pengawasan setoran menjadi real time. Kedua, data transaksi tersedia berdasarkan waktu dan lokasi.
- Mencegah kebocoran setoran
- Mempermudah audit dan pelacakan transaksi
- Menjadi basis evaluasi target per titik parkir
"Jukir setor dari jam ke jam, dari detik ke detik termuat semuanya. Sudah terdeteksi. Akhirnya posisi aplikasi inilah yang bisa menentukan juga terkait dengan kebocoran-kebocoran yang dialami,"
Status digitalisasi di Surabaya
Di Surabaya sudah mulai diterapkan pembayaran parkir non-tunai dengan skema bagi hasil 60:40. Namun, Sukadar menilai implementasi ini belum cukup karena belum mengintegrasikan pencatatan setoran dan sistem pengawasan secara menyeluruh.
Rekomendasi dan harapan
Sukadar menekankan pentingnya membangun sistem pengawasan dan pencatatan yang mencerminkan kondisi riil parkir. Ia berharap target pencapaian kinerja Dishub bisa mencapai minimal 80–90 persen dari target yang ditetapkan.
"Kalau dari tahun ke tahun, bagaimana posisi kinerja Dinas Perhubungan ini bisa minimal, minimal ya antara 80 sampai 90 persen target yang telah ditetapkan bisa menyumbang PAD Kota Surabaya,"
Dengan sistem yang lebih transparan dan berbasis data, Sukadar optimistis kontribusi retribusi parkir terhadap PAD Surabaya dapat meningkat signifikan dan lebih mendekati potensi riil tiap titik parkir.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ratusan Warga Gelar Tahlil untuk Guruh Soekarnoputra di Bangkalan
Ratusan kader dan warga Bangkalan menggelar doa bersama dan tahlil Jumat malam untuk mengenang tujuh hari wa...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Sosial ke 2.000 Pekerja dan UMKM
PDI Perjuangan menyalurkan ribuan paket kepada 2.000 pekerja informal dan pelaku UMKM di Banyuwangi pada 19-...
Prabowo–Megawati Dijadwalkan Bertemu Lagi pada 17 Oktober 2026
Pertemuan lanjutan Prabowo dan Megawati direncanakan 17 Oktober 2026 setelah pertemuan singkat di kediaman M...
DPRD Minta Timsel Independen dalam Seleksi Direksi 5 BUMD Surabaya
DPRD Surabaya minta Timsel independen agar seleksi direksi lima BUMD bebas tekanan politik; pendaftaran dipe...
Raperda APBD 2027 Bondowoso: DPRD Pertanyakan Utang Rp45 Miliar
Wakil Ketua DPRD Bondowoso minta penjelasan rencana utang Rp45 miliar dalam Raperda APBD 2027, termasuk tuju...
PDI-P Minta Penjelasan Urgensi Audit Forensik BPKH
Wakil Ketua Komisi VIII minta Kemenag jelaskan dasar urgensi audit forensik BPKH agar pengawasan berbasis fa...