Diana Sasa Serap Aspirasi Ngawi: Ambulans, Jalan Rusak, dan Kekeringan
Ngawi — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa, memanfaatkan masa reses pada Kamis (30/7/2026) untuk menyerap aspirasi warga di Kecamatan Ngawi dan Karanganyar. Warga mengeluhkan kebutuhan ambulans, kondisi jalan rusak, dan ancaman kekeringan menjelang musim kemarau.
Reses di Desa Ngantru: warga lebih banyak menyampaikan aspirasi
Agenda reses digelar di Balai Dusun Ngantru, Desa Ngawi. Puluhan warga hadir dan diberi kesempatan menyampaikan langsung masalah yang mereka hadapi.
Diana memilih memberi ruang bagi warga ketimbang paparan panjang. Berbagai masalah praktis muncul, mulai kebutuhan kendaraan medis hingga perbaikan infrastruktur penghubung antar kabupaten.
“Kami berharap ada mobil ambulans yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat masyarakat,”
— Suwarni, warga setempat.
Jalan penghubung Ngawi–Bojonegoro dikeluhkan
Warga menyoroti kondisi jalan penghubung Kabupaten Ngawi dengan Bojonegoro yang rusak dan membahayakan pengguna. Keluhan disampaikan dengan nada mendesak karena jalur tersebut kerap dilalui kendaraan antardaerah.
“Ada cerita yang membuat saya prihatin... Saat di perjalanan dia tertidur. Lalu tiba-tiba terbangun sambil nyeletuk, ‘Wis sampek Ngawi to?’ Mohon kiranya bisa diperjuangkan perbaikan jalan ini,”
Kekeringan: permintaan penambahan armada tangki air
Aspirasi lain datang dari Gading Wirabuana yang mengingatkan ancaman kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Ia meminta penambahan armada mobil tangki air untuk mempercepat distribusi air bersih ke desa-desa rawan.
“Di beberapa wilayah masih rawan kekeringan. Sehingga perlu ada intervensi untuk mengantisipasi dampaknya,”
Tanggapan Diana: usulan pengadaan dan pencegahan kebakaran
Diana menilai ancaman kemarau panjang harus diantisipasi sejak dini. Dampaknya tidak hanya menurunkan ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Kalau daerah hanya memiliki satu atau dua unit mobil tangki air tentu akan sangat kesulitan, apalagi wilayahnya luas. Di kamus usulan provinsi belum ada. Nah, nanti akan coba kami usulkan,”
— Diana AV Sasa.
Ia juga mengingatkan perlunya edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar semak atau lahan secara sembarangan, khususnya di kawasan Gunung Lawu yang melintasi Ngawi dan Magetan.
Langkah berikutnya
Saat reses di Kecamatan Karanganyar, warga kembali mengeluhkan kerusakan jalan antar-dusun. Diana menyatakan akan menelusuri status anggaran dan kewenangan jalan tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Kalau memang belum dianggarkan oleh pemerintah kabupaten dan statusnya merupakan jalan provinsi, tentu bisa diusulkan untuk mendapatkan penanganan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,”
Rangkaian aspirasi ini akan menjadi bahan usulan resmi DPRD Jawa Timur untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten dan provinsi terkait prioritas pengadaan ambulans, penambahan armada tangki air, serta perbaikan infrastruktur jalan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Bangkalan Sosialisasikan Revitalisasi Eks Terminal Kamal
DPRD Bangkalan dan Kecamatan Kamal sosialisasikan rencana revitalisasi eks Terminal Kamal untuk menghidupkan...
Lamongan Raih Penghargaan Pengelolaan Mangrove di Jatim
Pemkab Lamongan meraih penghargaan pengelolaan mangrove pada Festival Mangrove Jatim ke-10 di Tuban, 29 Juli...
Cucu Bung Karno Ziarah ke Makam Blitar, Nasionalisme Digaungkan
Frederik Kiran, cucu Bung Karno, berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar (30/7/2026) untuk menggaungkan kemb...
Puan Usulkan Grand Design Penuntasan Anak Tidak Sekolah 2045
Puan Maharani mengusulkan Grand Design Nasional Penuntasan Anak Tidak Sekolah 2045 untuk integrasi kebijakan...
DPRD Jatim: Dukungan Pemda Dibutuhkan untuk Pembangunan Desa Ngawi
Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono minta dukungan Pemkab dan Pemprov karena keterbatasan Dana Desa mengha...
PDI Perjuangan Trenggalek Rampungkan Musran-Musanran, Perkuat Akar Rumput
PDI Perjuangan Trenggalek menyelesaikan Musran-Musanran di 14 kecamatan dan memperkuat konsolidasi hingga de...