Politik

Ony Setiawan Serap Aspirasi Petani, Pemuda, dan UMKM di Bangilan

Bagikan:
Ony Setiawan berdialog dengan warga di Dusun Karangtengah, Desa Bangilan, Tuban

Bangilan, Tuban — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan, menggelar reses di Dusun Karangtengah, Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan, Kamis 30 Juli 2026. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyerap aspirasi warga terutama di sektor pertanian, kepemudaan/olahraga, dan UMKM.

Reses tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan Tuban serta puluhan warga setempat. Pertemuan menjadi wadah dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat untuk membahas hambatan teknis dan kebutuhan program.

Hadirin dan mekanisme reses

Ketua PAC PDI Perjuangan Bangilan, Agung, membuka acara dan meminta warga menyampaikan aspirasi secara terbuka. Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan forum reses sebagai saluran suara masyarakat.

“Ini reses pertama yang dilaksanakan di Desa Bangilan oleh anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan Silahkan menggunakan suara sebagai bentuk aspirasi Yang hadir di pertemuan ini,”

Aspirasi utama: pertanian

Sektor pertanian menjadi keluhan paling mendesak. Kasdikan, petani asal Desa Weden, menyampaikan minimnya bantuan alat dan mesin pertanian di wilayahnya sehingga petani sering menyewa Alsintan dari Jawa Tengah.

“Pak Ony di kecamatan bangilan ini lahannya pertanian sangat luas sehingga sebagian anggota kelompok tani di sini kalau musim tanam harus menyewa traktor dan combine dari pati jawa tengah Otomatis biaya produksi jadi naik,”

Menanggapi itu, Ony menekankan pentingnya pemerataan dan keterbukaan dalam distribusi bantuan pertanian. Ia mengingatkan prosedur penerimaan bantuan yang mengharuskan kelompok tani berbadan hukum dan telah beroperasi minimal dua tahun.

“Untuk bantuan program itu secara proseduralnya anggota kelompok yang berbadan hukum dan kelompok ini eksistensinya minim 2 tahun,”

Untuk program fisik seperti pembangunan irigasi, Ony meminta kelompok tani memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa agar pengerjaan tepat sasaran.

Kebutuhan pemuda dan fasilitas olahraga

Generasi muda juga menyampaikan aspirasi. Effendi dari Desa Kedungmulyo mewakili kelompok Gen Z meminta fasilitas olahraga yang memadai, termasuk lapangan voli berlantai semen dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan aktivitas pemuda.

“Anak-anak Gen Z di desa kami kesulitan masih minim fasilitasnya termasuk lapangan voli sebagai penunjang sarana olahraga anak anak muda Kami ingin minimal ada lapangan berlantai semen seperti di kota,selain itu generasi muda ini kepinginnya ada pelatihan pelatihan ketrampilan suapaya aktif”

Keluhan UMKM

Pelaku usaha mikro juga mengeluhkan keterbatasan sarana. Ratna, salah satu pelaku UMKM, berharap mendapat bantuan tenda kerucut sebagai fasilitas berjualan dan pendampingan agar lembaganya bisa memperoleh legalitas.

“Selama ini kami sewa tenda kalau ada kegiatan. Kami berharap dapat bantuan tenda kerucut untuk UMKM, plus pendampingan supaya lembaga kami punya legalitas,”

Tindak lanjut dari DPRD

Ony memastikan semua aspirasi akan diadvokasi ke DPRD Provinsi dan Komisi B untuk mendorong program yang tepat sasaran. Ia menegaskan reses bukan sekadar formalitas, melainkan awal pemantauan dan pengawalan program hingga terealisasi.

“Semua aspirasi dari petani, pemuda, dan UMKM Bangilan ini akan kami sampaikan ke DPRD Provinsi dan Komisi B. Supaya program pemerintah benar-benar menyentuh langsung masyarakat bawah,”

“Reses harus ada tindak lanjutnya agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput. Kehadiran kami di Bangilan ini untuk membawa suara warga ke parlemen,”

Warga berharap hasil reses segera ditindaklanjuti sehingga bantuan alat pertanian, fasilitas olahraga, dan dukungan untuk UMKM bisa dirasakan pada musim tanam dan agenda sosial berikutnya.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait