Wali Kota Tinjau Rehabilitasi 213 Rumah RTLH di Medan
MEDAN — Wali Kota Medan Rico Waas meninjau pelaksanaan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Medan Tuntungan pada Rabu (5/8). Peninjauan bertujuan memastikan kualitas pekerjaan, melihat langsung kondisi penerima bantuan, dan menilai kelayakan hasil perbaikan.
Peninjauan lapangan dan temuan
Rico Waas didampingi Ketua TP PKK Medan, Airin Rico Waas, mengunjungi tiga rumah warga yang mendapat bantuan. Ketiga rumah tersebut milik Ibu Jaipah dan Ibu Asnah di Jalan Bunga Sakura Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Selamat, serta Rasil Pratama Tarigan di Jalan Petunia Raya Lingkungan II, Kelurahan Namo Gajah.
Dalam pemeriksaan, wali kota menemukan beberapa pekerjaan yang belum selesai dan hasil pengecatan yang belum rapi. Ia meminta perbaikan agar hasil akhir memenuhi standar kualitas.
"Yang menjadi catatan mungkin masih belum dicat, yang tadi sudah dicat tapi masih belum sempurna, ini harus dibenahi. Yang ini masih dalam proses karena besok mau dicat. Yang penting rapi pekerjaannya, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,"
Sasaran program dan besaran anggaran
Pemerintah Kota menargetkan 213 unit rumah untuk direhabilitasi pada tahap ini, tersebar di seluruh kecamatan di Kota Medan. Setiap unit mendapatkan alokasi dana sebesar Rp120 juta.
"Kalau yang ini murni APBD,"
Rico Waas menegaskan dana rehabilitasi bersumber dari APBD Kota Medan. Ia menambahkan kemungkinan dukungan tambahan dari pihak lain, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, untuk kebutuhan di luar cakupan program ini.
Proses seleksi penerima dan dampak sosial
Usulan penerima tidak diajukan langsung oleh wali kota. Menurut Rico, nama calon penerima datang melalui kelurahan dan dibahas lewat musyawarah tingkat kelurahan sebelum dimasukkan ke program rehabilitasi.
Program ini tidak hanya menargetkan perbaikan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup keluarga penerima. Wali kota menekankan manfaat kesehatan dan kenyamanan, termasuk kondisi yang mendukung anak-anak belajar dan beristirahat.
"Yang penting bisa dimanfaatkan, masyarakatnya layak, hidupnya semakin berkualitas, jadi sehat di dalam rumahnya, anak-anak bisa belajar, bisa tidur dengan tenang,"
Salah satu rumah yang ditinjau adalah bangunan kayu yang ditinggali secara turun-temurun selama sekitar 60 tahun dan belum pernah berubah menjadi rumah tembok. Kondisi itu membuat rumah masuk prioritas rehabilitasi.
"Alhamdulillah bisa dibenahi, akhirnya bisa dipergunakan,"
Pemko Medan akan melanjutkan pengawasan kualitas pelaksanaan agar program memberi manfaat maksimal bagi penerima dan mendorong peningkatan standar hunian di kota.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kejuaraan Karate Inkanas Open Pelajar Se-Sumut Dibuka di Batubara
Kejuaraan Karate Inkanas Open antar pelajar se-Sumut dibuka di Batubara, 325 atlet dari 12 daerah bersaing m...
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan: Program untuk Profesional
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan menawarkan program pascasarjana fleksibel dan aplikatif untuk ASN, ma...
Bupati Batubara Puji Bank Sampah Berseri Ubah Sampah Jadi Pakan
Bupati Batubara memuji Bank Sampah Berseri yang mengubah sampah rumah tangga menjadi pakan dan pupuk melalui...
Sumut Target Vaksinasi Rabies 15.000 HPR dan Aspirasi Publik Tuntas di Medan
Pemprov Sumut targetkan vaksinasi rabies 15.000 HPR dan bidik rekor MURI; selain itu masalah warga Medan dit...
Dugaan Ambil Batu Sungai di Irigasi Saba Bolak, APH Diminta Turun
Tokoh Sipirok minta APH periksa dugaan pengambilan batu sungai untuk rehabilitasi Irigasi Saba Bolak; dokume...
Pojok PBB Medan Raih Rp1,07 Miliar, Program Dilanjutkan
Pojok PBB Medan kumpulkan Rp1,07 miliar (15–18 Sept 2026); program dilanjutkan 21–30 Sept di tiga lokasi str...