DPRD Sulsel Gelar RDP Usut Polemik Seleksi Paskibraka
DPRD Sulawesi Selatan mengagendakan rapat dengar pendapat (RDP) pada Selasa, 2 Juni 2026 untuk mengusut polemik seleksi calon Paskibraka nasional. RDP akan menghadirkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, panitia seleksi, serta unsur kepolisian untuk menelusuri proses seleksi secara tuntas.
Tujuan RDP dan langkah DPRD
Anggota Komisi C DPRD Sulsel, Andre Prasetyo Tanta, menyatakan RDP bertujuan menghentikan berkembangnya informasi tak jelas di masyarakat. Ia menegaskan perlunya klarifikasi proses seleksi agar publik memahami masalah yang terjadi.
"Mengenai permasalahan itu, kami sedang lagi menelusuri permasalahan ini sampai dengan tuntas,"
Dalam keterangan pers pada Kamis, 28 Mei 2026, Andre mengatakan DPRD telah sepakat mengagendakan RDP untuk mengetahui secara jelas mekanisme seleksi calon Paskibraka yang akan dikirim ke tingkat nasional.
Siapa yang akan hadir?
RDP dijadwalkan menghadirkan sejumlah pihak terkait. Tujuannya agar semua pihak memberikan penjelasan dan bukti proses seleksi. Kehadiran diharapkan memudahkan DPRD menilai kelayakan prosedur serta temuan yang muncul.
- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel
- Panitia seleksi calon Paskibraka provinsi
- Perwakilan kepolisian, termasuk Kapolda Sulawesi Selatan
Tanggapan Wali Kota Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, merespons adanya pencoretan siswi dari seleksi calon Paskibraka Istana. Ia meminta agar panitia bekerja dengan profesional dan transparan dalam setiap tahap seleksi.
"Wajib bagi kami untuk memberikan support, tapi harus juga melihat seperti apa sistem penilaian yang ada di sana,"
Munafri juga menyampaikan dukungan kepada siswa yang sudah berlatih berbulan-bulan. Ia menekankan pentingnya kejelasan prosedur agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Harapan dan implikasi
DPRD berharap RDP menghasilkan penjelasan konkret mengenai kronologi dan dasar pencoretan peserta. Kejelasan ini dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses seleksi yang bersifat prestisius.
Jika ditemukan ketidaksesuaian prosedur, DPRD dapat merekomendasikan langkah perbaikan. Sebaliknya, jika proses terbukti sesuai, DPRD berharap isu ini tidak lagi berkembang liar di masyarakat.
RDP pada 2 Juni 2026 menjadi momen penting untuk menentukan langkah selanjutnya dan menutup ruang spekulasi terkait seleksi calon Paskibraka Sulsel.
Berita Terkait
Majelis Etik Bongkar Belasan Dugaan Pelanggaran Ketua Nonaktif Ombudsman
Majelis Etik Ombudsman ungkap belasan laporan dugaan pelanggaran terhadap Ketua nonaktif Hery Susanto; lapor...
BGN Larang Bangun Dapur MBG Sebelum Lolos Verifikasi
BGN melarang calon mitra membangun dapur MBG sebelum lolos verifikasi; pendaftaran via mitra.bgn.go.id dan t...
BGN Tutup Sementara Pendaftaran Mitra MBG untuk Validasi Data
BGN menutup sementara pendaftaran mitra MBG sejak 29 Mei 2026 untuk fokus validasi data nasional agar distri...
Murid Papua Apresiasi Bantuan Pendidikan untuk SMK Sorong
Murid SMK Negeri 1 Sorong berterima kasih atas bantuan pemerintah pusat, termasuk perpustakaan, toilet, dan...
Kemendikdasmen Salurkan 159 Hewan Kurban pada Iduladha 1447 H
Kemendikdasmen menyalurkan 159 hewan kurban ke 35 provinsi saat Iduladha 1447 H, dengan total daging sekitar...
Kemendikdasmen Tegaskan Penguatan Fondasi Pendidikan Bermutu
Kemendikdasmen perkuat fondasi pendidikan bermutu lewat revitalisasi 16.167 sekolah, distribusi 288.865 IFP,...