BRIN Kembangkan Rubber Crossing Plate untuk Keselamatan Perlintasan
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan Rubber Crossing Plate (RCP), pelat perlintasan berbahan karet alam untuk meningkatkan keselamatan perlintasan sebidang. Inovasi ini dirancang menggantikan beton dan aspal dengan material yang lebih elastis, tahan cuaca, dan mampu meredam getaran kendaraan. Pernyataan pengembang disampaikan pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Konsep dan bahan
Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Ade Sholeh Hidayat, mengatakan RCP menggunakan karet alam sebagai basis, dipadukan dengan aditif khusus. Komposisi itu dibuat untuk memberi elastisitas tinggi dan ketahanan terhadap kondisi ekstrem.
Keunggulan teknis
Menurut Ade, permukaan pelat dibuat lebih presisi dan dilengkapi fitur anti-slip untuk meningkatkan stabilitas kendaraan. RCP juga dirancang untuk mengurangi risiko kendaraan tergelincir atau tersangkut saat melintasi rel.
RCP menawarkan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap beban dinamis dan kondisi lingkungan ekstrem. Ini sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan,
Pengujian dan ketahanan
Produk RCP telah melewati serangkaian uji teknis untuk memastikan performa dan umur pakai. Pengembang menyebutkan pengujian meliputi:
- uji statis
- uji fatigue (kelayakan terhadap beban berulang)
- uji getaran
- uji kebisingan
- uji ketahanan lingkungan terhadap korosi dan cuaca ekstrem
Hasil uji menunjukkan material mampu meredam getaran dan menurunkan tingkat kebisingan di sekitar perlintasan. Ketahanan terhadap keausan juga membuat RCP lebih tahan lama dibanding material konvensional.
Dampak ekonomi dan lingkungan
Ade menilai RCP memiliki nilai strategis karena mendorong hilirisasi karet alam domestik dan mengurangi ketergantungan impor material. Pengembangan ini juga memanfaatkan limbah mineral sebagai komponen campuran, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan target dekarbonisasi sektor transportasi.
Prospek penerapan
Pengembang berharap RCP dapat menjadi standar baru untuk infrastruktur perlintasan sebidang di Indonesia. Implementasi luas dinilai mampu menurunkan risiko kecelakaan, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, dan memperpanjang masa layanan perlintasan.
Dengan kombinasi performa teknis dan manfaat ekonomi-lingkungan, RCP menjadi alternatif yang menjanjikan untuk modernisasi perlintasan kereta di masa mendatang.
Berita Terkait
Menteri: Perjanjian Indonesia-AS Tak Serahkan Data Warga
Menteri Kominfo bantah perjanjian Indonesia-AS menyerahkan data warga; pengakuan standar perlindungan AS har...
Cara Download Video dari Facebook: Tools, Langkah, dan Tips
Panduan praktis download video Facebook: tools, langkah di desktop dan ponsel, serta tips keamanan dan etika...
BRIN Dorong AI dan Sensor untuk Kurangi Risiko Kecelakaan Perlintasan
BRIN mendorong modernisasi perlintasan kereta dengan AI, sensor seperti LIDAR, UPS, dan Rubber Crossing Plat...
Positive Technologies Jalin Kerja Sama dengan Enam Universitas Indonesia
Positive Technologies menandatangani MoU dengan enam universitas Indonesia pada 14 Mei 2026 untuk memperkuat...
Semburan Radio Matahari Pecahkan Rekor: Bertahan 19 Hari
Semburan radio tipe IV dari Matahari terdeteksi pada Agustus 2025 dan berlangsung selama 19 hari, melampaui...
NASA Tayangkan Visual Flyby Psyche saat Lintasi Mars 15 Mei 2026
NASA menambahkan visual flyby Psyche pada Eyes on the Solar System untuk menampilkan lintasan dekat Mars pad...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!