Bappebti Rilis Rating 67 Pialang Berjangka Triwulan II 2026
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mempublikasikan hasil penilaian berkala untuk 67 pialang berjangka aktif periode April–Juni 2026. Pengumuman ini disampaikan sebagai upaya meningkatkan kualitas, tata kelola, dan kepatuhan industri Perdagangan Berjangka Komoditi. Penilaian juga dimaksudkan memberikan referensi objektif bagi masyarakat dalam memilih pialang berjangka.
Hasil penilaian dan daftar peringkat teratas
Kepala Biro Pengawasan dan Penindakan PBK, SRG, dan PLK, Matheus Hendro Purnomo, menyatakan penilaian mencakup 67 perusahaan aktif. Dari penilaian periode April–Juni 2026, terdapat 12 perusahaan yang menempati peringkat lima teratas dan ikut menonjol berdasarkan kinerja dan kontribusi mereka dalam pasar.
- PT Dupoin Futures Indonesia
- PT Finex Bisnis Solusi Futures
- PT Didi Max Berjangka
- PT Java Global Futures
- PT MRG Mega Berjangka
- PT ORBI Trade Berjangka
- PT Premier Equity Futures
- PT Straits Futures Indonesia
- PT Ajaib Futures Asia
- PT Esandar Arthamas Berjangka
- PT Inter Pan Pasifik Futures
- PT Trijaya Pratama Futures
Metodologi penilaian
Penilaian berkala menggunakan tiga indikator utama. Indikator tersebut adalah aspek kinerja pialang berjangka, nilai pengurang, dan nilai penambah. Masing-masing indikator dipecah menjadi komponen yang lebih rinci untuk menilai kepatuhan dan kontribusi pasar.
- Aspek kinerja: integritas keuangan, laporan kegiatan, transaksi, serta implementasi APU-PPT (Anti-Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme).
- Nilai pengurang: jumlah pengaduan nasabah, penerapan sanksi, dan hasil audit.
- Nilai penambah: apresiasi bagi pialang yang aktif meningkatkan likuiditas dan dinamika perdagangan berjangka.
Sumber data dan penyesuaian proses
Menurut Hendro, data penilaian bersumber dari laporan yang disampaikan pialang kepada Bappebti. Dokumen meliputi laporan integritas keuangan, kepatuhan kegiatan usaha, transaksi triwulan II-2026, serta hasil pengawasan onsite. Bappebti juga memutakhirkan proses penilaian untuk menyesuaikan perkembangan usaha dan dinamika industri.
Pemutakhiran ini memperkuat mekanisme pengawasan berbasis risiko atau risk-based supervision. Tujuannya mendorong terciptanya industri yang sehat, tertib, transparan, dan berintegritas.
Reaksi pimpinan Bappebti
“Bappebti mendorong setiap pelaku usaha untuk meningkatkan standar pelayanan, tata kelola perusahaan, dan kepatuhan terhadap regulasi melalui penilaian. Dengan demikian, masyarakat dapat bertransaksi lebih aman serta memiliki referensi objektif dalam memilih pialang berjangka sesuai kebutuhan masing-masing,”
pernyataan Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya yang disampaikan di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Implikasi dan langkah ke depan
Publikasi rating ini memberi sinyal bagi pelaku industri untuk memperbaiki kelemahan operasional dan kepatuhan. Bappebti diharapkan lanjut memperbarui metodologi sesuai dinamika pasar, sementara investor dan nasabah dapat menggunakan daftar tersebut sebagai acuan pemilihan pialang. Ke depan, pengawasan yang lebih terfokus pada risiko diperkirakan akan meningkatkan kredibilitas pasar berjangka domestik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...