Rapat Paripurna DPRK Aceh Selatan Batal karena Kuorum
Tapaktuan, Selasa (28/7) — Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan yang dijadwalkan untuk menyampaikan Rancangan Qanun tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun Anggaran 2025 batal digelar karena jumlah anggota yang hadir tidak memenuhi kuorum. Rapat semula direncanakan berlangsung di Gedung DPRK Aceh Selatan, Tapaktuan.
Kuorum tidak terpenuhi
Menjelang dimulainya sidang, sejumlah anggota dewan sudah berada di gedung. Namun mayoritas memilih tidak menandatangani daftar hadir dan tidak memasuki ruang sidang, sehingga rapat tidak dapat dilanjutkan.
Anggota dewan sebenarnya sudah banyak yang datang ke gedung, tetapi mereka tidak menandatangani absensi dan memilih tidak masuk ke ruang rapat
Berdasarkan daftar hadir yang diperoleh, hanya sembilan dari total 30 anggota DPRK Aceh Selatan yang menandatangani absensi. Karena itu, ketentuan tata tertib yang mensyaratkan kuorum tidak terpenuhi dan agenda otomatis ditunda.
Kronologi singkat
- Bamus DPRK menjadwalkan rapat paripurna untuk penyampaian Raqan APBK 2025.
- Rapat dijadwalkan berlangsung di Gedung DPRK Tapaktuan, Selasa (28/7).
- Beberapa anggota hadir di gedung, namun mayoritas tidak menandatangani absensi atau memasuki ruang sidang.
- Hanya sembilan anggota yang tercatat hadir sehingga kuorum tidak tercapai dan rapat dibatalkan.
Reaksi pimpinan dan langkah selanjutnya
Ketua DPRK Aceh Selatan membenarkan pembatalan rapat paripurna saat dikonfirmasi di Tapaktuan pada Rabu (29/7). Ia menegaskan bahwa kegagalan memenuhi kuorum menjadi alasan utama pembatalan.
Kehadiran anggota dewan tidak cukup kuorum sehingga rapat tidak bisa dilanjutkan
Menurut penjelasan pimpinan dewan, penjadwalan ulang rapat menjadi kewenangan Badan Musyawarah (Bamus) DPRK Aceh Selatan. Bamus akan membahas dan menetapkan waktu pelaksanaan berikutnya untuk membahas pertanggungjawaban pelaksanaan APBK 2025.
Penutup
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi mengenai alasan mayoritas anggota memilih tidak mengikuti rapat paripurna. Yang jelas, agenda penyampaian pertanggungjawaban APBK 2025 ditunda dan menunggu penetapan jadwal baru oleh Bamus.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...