Ekonomi

Santri Qotrul Falah Kembangkan Usaha Anyaman lewat OPOP Jatim

Bagikan:
Santri membuat anyaman di Pondok Pesantren Qotrul Falah, Ponorogo

Pondok Pesantren Qotrul Falah di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo mengembangkan usaha kerajinan anyaman sejak bergabung dengan OPOP Jatim pada 2026. Program ini memberi pendampingan untuk peningkatan kualitas produk, pengelolaan usaha, dan perluasan pemasaran agar pesantren lebih mandiri secara ekonomi.

Keterlibatan santri dalam seluruh proses produksi

Unit usaha anyaman di pesantren dikelola melibatkan para santri pada seluruh tahapan produksi. Mereka belajar membeli bahan, menganyam, hingga menyiapkan pengiriman. Model ini menjadi bagian dari pendidikan kewirausahaan yang diterapkan secara praktis di lingkungan pesantren.

Seluruh proses produksi kami dikerjakan oleh para santri, mulai dari belanja bahan, menganyam, hingga pengiriman. Jika pesanan sedang sangat banyak, kami terkadang meminta bantuan masyarakat sekitar. Kami berharap OPOP Jatim terus mendampingi pesantren sehingga usaha ini semakin maju dan memberikan manfaat bagi santri maupun masyarakat sekitar,

kata Miftahul Khoiri, pengurus Pondok Pesantren Qotrul Falah.

Produk, harga, dan layanan pesanan khusus

Produk yang dihasilkan beragam, terutama tas dan kerajinan anyaman lainnya. Kisaran harga yang ditawarkan antara Rp20 ribu hingga Rp120 ribu. Selain ukuran standar, pesantren juga menerima pesanan sesuai kebutuhan, termasuk bentuk dan ukuran khusus dari konsumen.

Jangkauan pemasaran dan dampak ekonomi

Hasil kerajinan dari Pondok Pesantren Qotrul Falah telah dipasarkan ke luar Pulau Jawa, mencakup Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Ekspansi ini menunjukkan adanya permintaan yang meningkat terhadap produk anyaman buatan santri.

Ketika jumlah pesanan meningkat, pesantren juga melibatkan masyarakat sekitar untuk membantu proses produksi. Langkah ini tidak hanya menjaga kapasitas produksi, tetapi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat.

Peran OPOP Jatim dan harapan pengembangan

Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menilai usaha anyaman Qotrul Falah menunjukkan potensi pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, pendampingan OPOP penting untuk membantu pesantren menghasilkan produk berkualitas dan mampu bersaing di pasar.

OPOP Jatim akan terus mendampingi pesantren agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki daya saing, serta mampu memperluas jangkauan pasar. Harapannya semakin banyak pesantren yang mandiri secara ekonomi dan memberikan manfaat bagi santri, masyarakat, serta perekonomian daerah,

kata Gus Ghofirin melalui keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.

Prospek ke depan

Dengan pendampingan berkelanjutan dan dukungan pemasaran, usaha anyaman ini berpeluang memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Jika kapasitas produksi terus ditingkatkan, lebih banyak lapangan kerja lokal bisa tercipta dan nilai tambah produk anyaman buatan santri makin meningkat.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait