Pelaku Jasa Tata Rias Atambua Tekankan Konsistensi dan Kepuasan
Pelaku UMKM jasa tata rias di Atambua menekankan pentingnya konsistensi pelayanan dan fokus pada kepuasan klien sebagai kunci mempertahankan usaha. Pernyataan itu disampaikan Desy Guterres, penyedia jasa tata rias, pada Senin, 20 Juli 2026 di Atambua. Ia menyebut kualitas riasan yang stabil dan komunikasi sejak awal menjadi faktor utama mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Kualitas riasan dan tren
Desy menjelaskan kualitas riasan yang konsisten adalah modal utama untuk membangun reputasi. Selain itu, perias perlu terus mengikuti perkembangan tren tata rias yang cepat berubah agar tetap relevan.
Menurutnya, setiap perias sebaiknya memiliki ciri khas yang membuat layanan mudah dikenali. Namun, hasil akhir tetap harus disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan klien agar kepuasan tercapai.
Hubungan dengan klien dan rekomendasi
Desy menekankan pentingnya membangun hubungan baik dengan pelanggan karena rekomendasi menjadi sumber pemasukan yang efektif. Ia menyebutkan komunikasi awal membantu memahami harapan klien dan mengurangi risiko ketidakpuasan.
"Sebagai perias, kita harus menjaga kualitas riasan secara konsisten dan mengikuti perkembangan tren kecantikan," kata Desy. "Harus bisa memahami keinginan klien, bukan memaksakan selera pribadi saat bekerja."
Dengan pendekatan tersebut, kata Desy, rekomendasi dari mulut ke mulut dapat memperluas jangkauan usaha tanpa biaya pemasaran besar.
Kedisiplinan dan kesiapan saat bekerja
Selain keterampilan teknis, Desy menyatakan disiplin dan kesiapan mental penting saat bekerja di lokasi klien. Sikap sabar, ramah, dan profesional menjadi tolok ukur pelayanan yang baik.
Ia menekankan bahwa menghadapi tantangan di lapangan membutuhkan kesabaran dan kemampuan adaptasi, terutama pada acara yang berlangsung padat atau berubah mendadak.
Berani mencoba sebagai kunci mandiri
Desy juga mendorong pelaku usaha untuk berani mencoba sebagai bagian dari upaya mandiri membangun usaha. Keberanian dan keyakinan menurutnya sering kali menentukan langkah awal kesuksesan.
"Jika orang lain bisa berhasil, maka kita juga harus berani mencoba dengan keyakinan," ujar Desy.
Secara keseluruhan, pendekatan Desy menyoroti kombinasi kualitas teknis, komunikasi, kedisiplinan, dan keberanian berinovasi sebagai strategi praktis bagi pelaku make-up untuk tumbuh. Implementasi prinsip itu diharapkan meningkatkan loyalitas klien dan memperluas jaringan usaha dalam jangka panjang.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bupati Buka Nagan Culinary Festival 2026, Sorot Kue Karah
Bupati Nagan Raya membuka Nagan Culinary Festival 2026 di Suka Makmue, menonjolkan pelestarian Kue Karah dan...
Macam-Macam Buket Bunga untuk Berbagai Momen
Panduan jenis buket bunga dari tradisional hingga kreatif, cocok untuk wisuda, ulang tahun, pernikahan, dan...
Santri Qotrul Falah Kembangkan Usaha Anyaman lewat OPOP Jatim
Pondok Pesantren Qotrul Falah di Ponorogo kembangkan usaha anyaman lewat OPOP Jatim, melibatkan santri dalam...
Digitalisasi UMKM Jadi Kebutuhan Utama untuk Perluas Pasar
Pemanfaatan teknologi digital kini menjadi kebutuhan utama UMKM untuk memperluas pasar, menurunkan biaya, da...
Dosen STIE Bantu UMKM Keripik Nori Siapkan Ekspor
Dosen STIE Malangkuçeçwara bantu UMKM Revani Kue dengan food dehydrator dan spinner sehingga keripik nori be...
Bea Cukai Dinilai Membaik, Kemungkinan Tak Dibubarkan
Menteri Keuangan Purbaya menyatakan Bea Cukai menunjukkan perbaikan kinerja sehingga kemungkinan pembubaran...