Digitalisasi UMKM Jadi Kebutuhan Utama untuk Perluas Pasar
Aliffianti Safiria Ayu Ditta, Kaprodi D3 Manajemen Pajak UNIPMA, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital kini menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan menjaga daya tahan bisnis.
Digitalisasi bukan pilihan
Dalam dialog interaktif bertajuk "UMKM Lokal Go Digital", Aliffianti menjelaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar gaya hidup atau pilihan opsional. Transformasi digital diperlukan agar usaha kecil dan menengah dapat bertahan dan berkembang di era ekonomi digital.
"Saat ini digitalisasi bukan barang mewah lagi pendengar, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan bahkan sampai pada teman-teman di UMKM begitu,"
Ragam penerapan digital untuk UMKM
Menurut Aliffianti, konsep digitalisasi bagi UMKM sangat luas dan mencakup berbagai aspek operasional dan pemasaran. Transformasi ini tidak hanya terpaku pada satu platform saja.
- Penggunaan marketplace untuk memperluas saluran penjualan;
- Pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi modern;
- Penerapan sistem pembayaran digital (cashless);
- Aplikasi pengelolaan keuangan untuk pencatatan transaksi;
- Pembangunan komunikasi dua arah untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
Ruang pasar tanpa batas
Aliffianti menekankan bahwa platform digital mampu menembus hambatan geografis yang selama ini membatasi pemasaran produk lokal. Dengan internet dan media sosial, pelaku usaha di daerah dapat menjangkau konsumen di luar wilayahnya tanpa membuka toko fisik baru.
"Tapi sekarang kita bisa menggunakan sosial media, bisa kejangkau sampai ke mana-mana. Bahkan borderless lah ya eranya jualan di Madiun, customernya sampai ke luar Jawa atau luar negeri bahkan ya,"
Efisiensi biaya dan dampak ekonomi
Selain memperluas jangkauan, digitalisasi juga menurunkan biaya promosi. Biaya besar untuk iklan cetak atau baliho kini bisa diganti dengan unggahan berkala yang lebih hemat namun efektif. Kombinasi jangkauan luas dan efisiensi operasional ini berpotensi mendorong pertumbuhan finansial UMKM secara berkelanjutan.
Ke depan, peningkatan literasi digital, akses teknologi, dan dukungan pelatihan akan menjadi faktor kunci agar lebih banyak UMKM mampu memanfaatkan peluang pasar digital secara optimal.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...