Dosen STIE Bantu UMKM Keripik Nori Siapkan Ekspor
Dosen STIE Malangku e7 e7wara mendampingi UMKM Revani Kue di Kota Malang sehingga produk Seaweed Crisp berpeluang diekspor. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, tim memberikan bantuan teknologi food dehydrator dan spinner untuk meningkatkan kebersihan, kapasitas produksi, serta memperpanjang masa simpan.
Bantuan teknologi dan perubahan proses produksi
Tim dosen menyerahkan food dehydrator dan spinner untuk menggantikan proses penjemuran dan penirisan manual. Alat ini membuat proses pengeringan lebih cepat dan tidak bergantung cuaca.
Owner Revani Kue, Evi Afidah, menjelaskan manfaatnya secara langsung.
"Jadi dengan food dehydrator ini saya tidak lagi melakukan proses penjemuran sehingga produk tidak terkontaminasi udara atau debu dari luar. Dengan alat tersebut kami hanya membutuhkan waktu empat jam untuk pengeringan, sehingga kapasitas produksi juga bertambah," ujar Evi, Selasa 21 Juli 2026.
Setelah pengeringan, nori digoreng singkat dan ditiriskan menggunakan spinner. Kombinasi kedua alat menurunkan kandungan air dan minyak, membuat tekstur keripik lebih renyah dan stabil.
Dampak pada masa simpan dan peluang ekspor
Sebelumnya produk hanya bertahan sekitar empat bulan dalam kemasan pouch. Kini peningkatan proses menambah masa simpan lebih dari satu tahun, membuka kesempatan memenuhi standar ekspor.
Evi menyampaikan bahwa Revani Kue sempat menawarkan produk kepada pengusaha Jepang, namun pada saat itu masa simpan belum memenuhi persyaratan minimal.
"Karena saat itu baru bisa bertahan empat bulan, mereka belum bisa menerima. Sekarang dengan adanya spinner, insyaallah sudah bisa ditawarkan kembali kepada pihak Jepang," kata Evi.
Varian produk dan jaringan pemasaran
Revani Kue memproduksi tiga varian Seaweed Crisp yang sudah dipasarkan di beberapa daerah. Produk juga masuk toko oleh-oleh ternama di luar Malang.
- Original
- Spicy
- Salted Egg
Beberapa toko yang menjual produk ini antara lain Joger di Bali dan Krishna di Yogyakarta.
Pendanaan dan kolaborasi institusional
Kebutuhan teknologi muncul dari keinginan mitra untuk punya proses pengeringan yang terukur. Ketua tim pengabdian, Dr. Dra. Siti Munfaqiroh, M.Si., menjelaskan inisiatif pengajuan proposal untuk memperoleh peralatan.
"Keinginan mitra kami adalah menjamin pengeringan produk lebih pasti sesuai waktu yang ditentukan. Karena itu, kami menginisiasi pengajuan proposal ke Kemendiktisaintek untuk mendapatkan teknologi food dehydrator," terang Siti.
Proposal mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek tahun anggaran 2026. Selain bantuan teknologi, Revani Kue juga merupakan binaan Diskopindag Kota Malang dan Bank Indonesia Malang.
Peran mahasiswa dan prospek ke depan
Program pendampingan melibatkan mahasiswa yang membantu pengembangan promosi melalui media sosial. Dukungan ini diharapkan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus kemampuan akses pasar ekspor.
- Afizah Sabrina Ainurohmah
- Mirza Haikal Rafsanjani
- Gladis Naela Destiawan
- Rhena Fadia Amalia
Dengan teknologi baru dan pemasaran yang lebih kuat, Revani Kue berpeluang memperluas pasar ke luar negeri sambil menjaga mutu dan kesehatan produk.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bupati Buka Nagan Culinary Festival 2026, Sorot Kue Karah
Bupati Nagan Raya membuka Nagan Culinary Festival 2026 di Suka Makmue, menonjolkan pelestarian Kue Karah dan...
Macam-Macam Buket Bunga untuk Berbagai Momen
Panduan jenis buket bunga dari tradisional hingga kreatif, cocok untuk wisuda, ulang tahun, pernikahan, dan...
Pelaku Jasa Tata Rias Atambua Tekankan Konsistensi dan Kepuasan
Pelaku UMKM tata rias di Atambua menekankan konsistensi kualitas, komunikasi klien, dan keberanian mencoba u...
Santri Qotrul Falah Kembangkan Usaha Anyaman lewat OPOP Jatim
Pondok Pesantren Qotrul Falah di Ponorogo kembangkan usaha anyaman lewat OPOP Jatim, melibatkan santri dalam...
Digitalisasi UMKM Jadi Kebutuhan Utama untuk Perluas Pasar
Pemanfaatan teknologi digital kini menjadi kebutuhan utama UMKM untuk memperluas pasar, menurunkan biaya, da...
Bea Cukai Dinilai Membaik, Kemungkinan Tak Dibubarkan
Menteri Keuangan Purbaya menyatakan Bea Cukai menunjukkan perbaikan kinerja sehingga kemungkinan pembubaran...