Bea Cukai Dinilai Membaik, Kemungkinan Tak Dibubarkan
Direktorat Jenderal Bea Cukai diperkirakan tidak jadi dibubarkan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kinerja lembaga itu menunjukkan perbaikan. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa, 21 Juli 2025, di Kantor Kementerian Keuangan, seiring capaian penerimaan yang tumbuh dan penindakan terhadap barang ilegal.
Keputusan pembubaran dipertimbangkan ulang
Menteri Keuangan menegaskan posisi Bea Cukai kini relatif aman karena ada perbaikan kinerja. Sebelumnya, pembubaran sempat menjadi opsi jika kinerja tak membaik dalam satu tahun. Kini sinyal itu berubah mengikuti perkembangan di lapangan.
Perbaikan kinerja dan data penerimaan
Purbaya menyebut beberapa indikator menunjukkan kemajuan. Salah satu yang diutarakan adalah kenaikan penerimaan dari Bea Cukai sebesar sekitar 6 persen. Selain itu, ia mencatat berkurangnya barang selundupan dan impor pakaian bekas yang tidak sesuai aturan.
Rotasi pegawai dan langkah penegakan
Perbaikan kinerja menurut Menkeu tak lepas dari langkah internal yakni rotasi pegawai. Purbaya menyatakan pucuk pimpinan di Bea Cukai kini diisi oleh orang-orang yang dinilai lebih baik dan responsif terhadap target reformasi.
Bea Cukai progresnya sudah cukup baik
Kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana, sekarang pucuk-pucuk pimpinannya adalah orang-orang yang relatif lebih baik. Dan mereka tahu kalau tidak baik akan dibubarkan, itu yang menurut saya penting
Selain restrukturisasi organisasi, Bea Cukai juga aktif menindak peredaran rokok ilegal. Penindakan kini tidak hanya terhadap sopir atau orang yang membawa barang, tetapi juga melibatkan penahanan kendaraan atau truk yang mengangkut barang ilegal.
Respons Presiden dan makna politiknya
Purbaya mengatakan Presiden juga mengapresiasi perbaikan tersebut. Ia memaparkan bahwa sikap Presiden Prabowo Subianto bergeser dari usulan pembubaran menjadi dorongan agar Bea Cukai diperbaiki.
Kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia bilang Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki
Menurut Menkeu, pernyataan Presiden itu disampaikan dalam rapat kabinet dan menjadi sinyal kuat pengakuan terhadap perkembangan positif di Bea Cukai.
Prospek dan langkah ke depan
Saat ini kemungkinan besar Bea Cukai tetap beroperasi dengan mandat yang sama, namun dengan tekanan untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja. Pemerintah akan memantau capaian berikutnya untuk memastikan reformasi berjalan berkelanjutan.
Ke depan, fokus akan tetap pada peningkatan penerimaan negara, pengurangan penyelundupan, dan penegakan hukum terhadap barang ilegal serta praktik yang merugikan negara.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...