Kemenkes Perluas Puskesmas Ramah Lansia di Indonesia
Kementerian Kesehatan memperluas layanan puskesmas ramah lansia sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan bagi lanjut usia. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Imran Pambudi, saat Peringatan Hari Lansia 2026 di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026. Upaya ini bertujuan memberikan pemeriksaan komprehensif dan pendekatan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
Cakupan puskesmas ramah lansia
Saat ini ada sekitar 8.000 puskesmas ramah lansia dari total ±10.200 puskesmas di seluruh Indonesia. Menurut Imran, semua puskesmas di Jakarta telah menerapkan layanan tersebut, termasuk puskesmas pembantu yang menyesuaikan fasilitas dan prosedur layanan.
| Jenis | Jumlah |
|---|---|
| Puskesmas ramah lansia | ~8.000 |
| Total puskesmas | ~10.200 |
Pendekatan layanan dan pemeriksaan
Imran menekankan bahwa penanganan lansia tidak cukup hanya melihat satu penyakit. Pemeriksaan harus menyeluruh dan mempertimbangkan banyak aspek kesehatan fisik maupun sosial. Ia menyebut pendekatan ini sebagai upaya terintegratif.
"Lansia membutuhkan pendekatan terintegratif. Pemeriksaannya dilakukan secara holistik, bukan hanya berdasarkan penyakit tertentu,"
Fokus pada pemenuhan gizi dan pencegahan
Kementerian Kesehatan menyoroti pemenuhan gizi sebagai kunci kualitas hidup lansia. Imran menjelaskan pola makan berlebih karbohidrat dapat meningkatkan risiko diabetes, yang pada gilirannya memicu penyakit lain.
"Nutrisi lansia sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup. Pemenuhannya harus dimulai jauh sebelum usia lanjut,"
Untuk itu, Kemenkes menggarisbawahi pentingnya edukasi pola makan seimbang dan pemeriksaan rutin. Langkah promotif dan preventif ini dimaksudkan agar kondisi kronis dapat terdeteksi lebih dini.
Akses layanan dan pembiayaan
Kemenkes juga menegaskan akses layanan bagi masyarakat miskin tetap terjamin. Jika masyarakat tergolong penerima PBI, layanan kesehatan akan ditanggung oleh BPJS, sehingga hambatan biaya dapat berkurang.
Implikasi dan langkah ke depan
Perluasan puskesmas ramah lansia menunjukkan arah kebijakan yang berfokus pada pencegahan dan perawatan menyeluruh. Ke depan, upaya perlu meliputi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, standar layanan, serta program gizi bersasar. Penguatan edukasi publik juga penting agar pola hidup sehat diterapkan sejak dini.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Perdami: Operasi Katarak Kunci Atasi Penyebab Kebutaan di Indonesia
Perdami: katarak masih penyebab utama kebutaan; operasi katarak bisa pulihkan penglihatan dan didukung Noor...
Perwakilan Dokter: PIDI Harus Lindungi Peserta dan Pasien
Perwakilan Dokter Internship minta PIDI jadi proses pembelajaran aman; Kemenkes diminta kawal implementasi K...
Kemenkes Perkuat Komunikasi Program Internship Dokter Indonesia
Kemenkes minta perkuat komunikasi dan koordinasi dalam Program Internship Dokter Indonesia sambil evaluasi r...
Kemenkes: Kasus Katarak RI 600.000, Operasi Diperluas
Kemenkes mencatat sekitar 600.000 kasus katarak terdeteksi; pemerintah perluas operasi gratis dan deteksi di...
Esa Unggul Gandeng FKUI Perkuat Pendidikan Kedokteran
Esa Unggul dan FKUI menandatangani PKS pengampuan pada 7 Agustus 2026 untuk memperkuat mutu pendidikan kedok...
Dubes UEA Pastikan Operasi Katarak Gratis Diperluas di Indonesia
Dubes UEA pastikan program operasi katarak gratis akan diperluas di Indonesia sebagai bagian dari komitmen k...