Nasional

Kementan Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman Dukung Produksi Beras

Bagikan:
Distribusi pupuk bersubsidi untuk petani di Indonesia

Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk mendukung peningkatan produksi beras nasional. Pernyataan ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rilis Kementan pada Sabtu, 27 Juni 2026. Pemerintah juga menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk memperkuat akses petani.

Stok dan distribusi pupuk

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Andi Nur Alam Syah menyatakan stok pupuk bersubsidi masih mencukupi. Hingga 25 Juni, penyaluran berjalan dan distribusi dipercepat ke seluruh daerah untuk memenuhi kebutuhan tanam musim ini.

Hingga 25 Juni, penyaluran pupuk mencapai 54,28 persen dari alokasi nasional. Masih tersedia sekitar 5,1 juta ton untuk kebutuhan petani.

Percepatan distribusi dilakukan untuk menghadapi potensi gangguan pasokan dan agar pupuk sampai ke tangan petani lebih cepat.

Penurunan harga dan dampak pada produksi

Selain menjaga stok, pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20%. Kebijakan ini dimaksudkan meringankan beban biaya produksi petani.

Petani kini lebih mudah memperoleh pupuk bersubsidi dengan harga lebih murah, kondisi ini menjadi salah satu kunci peningkatan produksi pangan nasional.

Dengan harga lebih terjangkau, diharapkan intensitas pemupukan meningkat dan produktivitas lahan padi dapat naik.

Proyeksi produksi beras dan tantangan global

Laporan Food Outlook FAO edisi Juni 2026 menunjukkan capaian positif bagi Indonesia. Negara ini tercatat sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan menempati peringkat keempat dunia.

FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia mencapai sekitar 38,6 juta ton. Sementara itu, produksi beras global diperkirakan turun akibat dampak perubahan iklim.

Antisipasi El Nino dan dukungan teknologi

Pemerintah juga mengantisipasi dampak El Nino yang dapat menekan hasil panen. Dorongan untuk mempercepat tanam dilakukan dengan dukungan pupuk, alat dan mesin pertanian, serta pompa air.

Kami mengajak petani memanfaatkan pupuk, alsintan, dan pompa air. Semakin cepat tanam, semakin besar peluang meningkatkan produksi.

Alokasi pupuk sepanjang 2026

Pemerintah mengalokasikan 9,55 juta ton pupuk bersubsidi untuk tahun 2026. Dengan ketersediaan tersebut dan distribusi yang dipercepat, target menjaga swasembada pangan diharapkan tetap tercapai.

Pemerintah menegaskan keberpihakan pada petani sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional. Langkah ketersediaan, subsidi harga, dan percepatan distribusi menjadi fokus utama menghadapi ketidakpastian pasokan global dan tantangan iklim.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait