Bapanas: Stok Pangan Aman Hadapi Kemarau dan El Nino
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan ketahanan pangan nasional tetap kuat menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino. Pernyataan itu disampaikan seiring proyeksi produksi dan realisasi cadangan hingga Juni 2026 yang menunjukkan ketersediaan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.
Antisipasi dini pemerintah
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengatakan pemerintah telah mengambil langkah antisipatif sejak awal untuk mengatasi risiko kekeringan. Langkah itu meliputi penguatan produksi, pemantauan stok, dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Kami sudah mengantisipasi daerah defisit melalui produksi dan stok pangan. Pemerintah memiliki CPP dan CPPD yang dikelola pusat serta pemerintah daerah,
Pemerintah juga berkoordinasi intensif dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca. Selain itu, petani mendapatkan sosialisasi pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi iklim agar produksi tetap terjaga.
Cuaca masih cukup normal sehingga belum memengaruhi pertanaman. Produksi tetap meningkat dan petani mengikuti pola tanam sesuai anjuran pemerintah,
Produksi dan penyerapan beras hingga Juni 2026
Bapanas mencatat proyeksi produksi beras hingga Juni 2026 sebesar 19,2 juta ton. Angka ini melampaui kebutuhan konsumsi nasional untuk semester pertama yang diperkirakan 15,4 juta ton, sehingga ada surplus sekitar 3,7 juta ton.
Mayoritas surplus tersebut telah diserap oleh Bulog. Sepanjang 2026, Bulog mencatat penyerapan dari petani setara sekitar 3,2 juta ton beras.
Cadangan dan distribusi beras pemerintah
Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) terus berjalan melalui berbagai program pemerintah. Hingga 26 Juni 2026, realisasi penyaluran mencapai sekitar 1,07 juta ton.
Sementara itu, stok beras pemerintah yang dikelola Bulog tercatat mencapai sekitar 5,17 juta ton. Jumlah ini menjadi rekor tertinggi dalam pengelolaan cadangan beras nasional.
Proyeksi akhir 2026 dan implikasi ke depan
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyebut bahwa pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya menjadi pelajaran penting sehingga persiapan dilakukan jauh hari sebelum musim kemarau.
Kami sudah menyiapkan stok jauh sebelum El Nino datang. Insyaallah stok beras aman sampai Desember, bahkan diperkirakan cukup hingga Mei tahun depan,
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan, stok beras nasional akhir 2026 diperkirakan mencapai 16,24 juta ton. Persediaan tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional sekitar lima bulan pada 2027, sehingga memberi ruang waktu untuk penanganan jika terjadi gangguan pasokan akibat cuaca ekstrem.
Dengan produksi yang terjaga, penyerapan Bulog yang tinggi, dan cadangan pemerintah yang kuat, Bapanas percaya langkah-langkah antisipatif dapat menjaga stabilitas pasokan hingga menghadapi puncak musim kemarau.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...
Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Kemenko PMK memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT, memaksimalkan gudang di Labuan Bajo...
512 Sekolah Terdampak Gempa Flores, Pembelajaran Beralih Daring
Sebanyak 512 sekolah di Flores terdampak gempa 7,7 pada 19 Agustus 2026; pembelajaran beralih daring dan ten...
FEB UIN Jakarta Kejar Akreditasi AACSB Menuju Sekolah Bisnis Global
FEB UIN Jakarta mempercepat persiapan akreditasi AACSB dengan inovasi S3 Perbankan Syariah dan target pening...