Olahraga

Kejurnas Atletik 2026: 1.000 Atlet dan Kontingen 4 Negara Bersaing di Jakarta

Bagikan:
Pembukaan Kejurnas Atletik 2026 di Stadion Atletik Velodrome Rawamangun

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik bersama Indonesia U18 Open Championship resmi dibuka pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Stadion Atletik Velodrome Rawamangun, Jakarta. Acara ini diikuti sekitar 1.000 atlet dari berbagai daerah di Indonesia dan atlet muda dari empat negara tetangga untuk meningkatkan kualitas kompetisi dan pengalaman internasional.

Pembukaan dan peserta

Pembukaan dilakukan oleh Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan. Kejurnas mempertandingkan kelompok usia U16, U18, dan U20 untuk nomor putra dan putri. Panitia melaporkan jumlah peserta mendekati seribu atlet, termasuk atlet pelajar dan pengurus klub dari berbagai provinsi.

Kontingen internasional dan tujuan penyelenggaraan

Indonesia U18 Open Championship menghadirkan delegasi muda dari empat negara: Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Timor Leste. Menurut Luhut, kehadiran peserta asing dimaksudkan sebagai langkah awal untuk menaikkan level persaingan di dalam negeri dan memberi pengalaman bertanding lintas negara bagi atlet-atlet muda.

"Kalau untuk Indonesia U18 Open diikuti empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Timor Leste,"

Fokus pembinaan PB PASI

Luhut menegaskan bahwa strategi pembinaan saat ini fokus membangun daya saing di tingkat Asia sebelum melangkah ke target global. Pernyataan ini menegaskan pendekatan bertahap dalam program pengembangan atlet nasional.

"Jadi cerita Asia dulu ya, jangan ke level dunia,"

PB PASI juga menyatakan komitmen untuk memperluas partisipasi internasional pada penyelenggaraan berikutnya agar para atlet muda semakin terbiasa menghadapi persaingan yang lebih kompetitif.

Dampak dan prospek ke depan

Dengan kombinasi Kejurnas dan turnamen internasional U18, pelatih dan pengurus berharap muncul bibit-bibit potensial yang dapat bersaing di tingkat regional. Selain itu, event ini menjadi arena evaluasi bagi program pembinaan usia muda dan tolok ukur kesiapan atlet menuju kompetisi Asia.

Penyelenggara berencana memantau hasil kompetisi untuk menyusun langkah pembinaan lanjutan serta memperluas undangan internasional pada edisi berikutnya agar pengalaman bertanding atlet Indonesia semakin komprehensif.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait