Mensos: Open House Sekolah Rakyat Tunjukkan Perkembangan Siswa
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menilai kegiatan Open House Sekolah Rakyat pada Sabtu, 27 Juni 2026 di SRMA 21 Surabaya menjadi momen penting untuk melihat langsung perkembangan siswa dari sisi karakter, kesehatan, dan semangat belajar.
Open House: Ajang Observasi dan Pengenalan
Kegiatan open house diadakan untuk memperlihatkan proses pembelajaran dan hasil pengasuhan di lingkungan sekolah berasrama. Acara dihadiri orang tua, calon siswa, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah.
Menurut Mensos, program Sekolah Rakyat telah berjalan hampir 11 bulan dan menunjukkan kemajuan nyata. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi orang tua untuk menilai kesiapan anak dan calon siswa mengenal model pendidikan yang diterapkan.
Perkembangan Siswa: Disiplin, Sehat, dan Percaya Diri
Gus Ipul, sapaan Mensos, menyatakan perbaikan proses pembelajaran dan perilaku siswa selama hampir satu tahun berjalan. Ia menyoroti perubahan pada kedisiplinan, kesehatan, dan peningkatan motivasi belajar.
"Alhamdulillah setelah lebih dari 10 bulan, proses pembelajarannya semakin baik,"
Ia menambahkan bahwa semangat belajar dan pertumbuhan fisik siswa juga mengalami kemajuan. Perubahan ini menurutnya merupakan kabar menggembirakan bagi pengelola dan keluarga siswa.
Ragam Penampilan Siswa
Pada sesi open house, siswa SRMA 21 menampilkan beragam kemampuan yang menggarisbawahi perkembangan sosial dan keterampilan mereka. Penampilan meliputi:
- Baris variasi
- Hadhrah
- Tari tradisional
- Pencak silat
- Pidato dalam bahasa Inggris dan Arab
- Paduan suara dan pembacaan puisi
Kisah Marsya: Kembali Bersekolah dan Berubah
Salah satu cerita yang mencuri perhatian adalah Marsya Dwi Cahyani, murid yang sempat putus sekolah lebih dari satu tahun karena kondisi ekonomi keluarga. Orang tuanya berasal dari keluarga sederhana di Kecamatan Semampir, Surabaya.
"Sekarang sudah berani tampil,"
kata Ita Fitriani, ibu Marsya, yang terharu melihat perubahan putrinya. Marsya mengaku mengalami banyak perubahan dalam hampir dua semester belajar, termasuk disiplin beribadah dan manajemen waktu.
Dukungan Guru dan Lingkungan Asrama
Kemensos menyatakan peran kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan menjadi kunci keberhasilan. Pendampingan intensif di lingkungan asrama membantu pembangunan karakter dan kepercayaan diri siswa.
Acara open house juga dihadiri pejabat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, serta akademisi, yang menunjukkan dukungan lintas lembaga terhadap program ini.
Ke depan, keberlanjutan program Sekolah Rakyat dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan bagi anak keluarga kurang mampu dan memperkuat pembinaan karakter melalui model asrama dan pembelajaran terpadu.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi VII Soroti Tumpang Tindih Kewenangan di Kawasan Industri
Komisi VII DPR soroti tumpang tindih kewenangan pengelola kawasan industri saat kunjungan Panja RUU di Mitra...
RUU Kawasan Industri Harus Jawab Persoalan Nyata, Kata Komisi VII
Komisi VII minta RUU Kawasan Industri bersifat operasional, memberi kepastian hukum, dan mendukung infrastru...
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya: 1 Tewas, 20 Rumah Rusak
Gempa M6,1 di Sumba Barat Daya pada 4 Okt 2026 menewaskan satu lansia dan merusak 20 rumah serta sejumlah fa...
Kepercayaan Rakyat Jadi Modal Penting bagi TNI di HUT ke-81
Prof. Muradi: kepercayaan publik jadi modal TNI pada HUT ke-81, mendorong profesionalisme dan kedekatan deng...
KOWANI Dorong Pengembangan Bakat Anak dan Penguatan Karakter
KOWANI mendorong pengembangan bakat anak selaras penguatan karakter dan perlindungan, menyusul Anugerah Anak...
Prabowo Pimpin Upacara HUT TNI ke-81 di Mabes TNI Cilangkap
Presiden Prabowo tiba di Mabes TNI Cilangkap 5 Oktober 2026 untuk memimpin upacara HUT TNI ke-81 dan meresmi...