Kemensos Salurkan Bansos Rp544 Miliar di Sulsel, Disaksikan Komisi VIII
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sosial senilai Rp544 miliar di Provinsi Sulawesi Selatan saat kunjungan kerja anggota Komisi VIII DPR di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar. Penyaluran bertujuan memperkuat perlindungan sosial dan memastikan bantuan tepat sasaran. Distribusi dilakukan melalui sejumlah sentra logistik dan program pemberdayaan.
Rincian penyaluran bantuan
Nilai total bantuan mencakup beberapa program utama. Skema penyaluran meliputi logistik bencana, paket sembako, Program Keluarga Harapan, dan inisiatif pemberdayaan sosial ekonomi.
- Buffer stock logistik kebencanaan untuk kesiapsiagaan.
- Pendistribusian sembako untuk keluarga rentan.
- PKH sebagai jaring pengaman sosial untuk rumah tangga miskin.
- Program pemberdayaan ekonomi untuk peningkatan pendapatan lokal.
Penyaluran logistik dan program lainnya disalurkan melalui Sentra Wirajaya Makassar, Sentra Gau Mabaji Gowa, dan Sentra Pangurangi Takalar. Langkah ini juga untuk mempercepat jangkauan bantuan ke daerah terpencil.
Pengawasan Komisi VIII DPR
Dalam kunjungan kerja, anggota Komisi VIII DPR hadir untuk mengawasi pelaksanaan program. Mereka menekankan pentingnya pengawasan agar semua bantuan berdampak nyata bagi masyarakat.
"Kunjungan ini memastikan fungsi pengawasan DPR berjalan optimal di lapangan,”
"Semuanya harus tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh anggota Komisi VIII, Erwin Aksa, yang menegaskan perlunya pengawasan menyeluruh terhadap seluruh program perlindungan sosial pemerintah.
Upaya pemutakhiran data dan sentra rehabilitasi
Selain penyaluran, pembahasan difokuskan pada percepatan pemutakhiran data kemiskinan. Agenda itu juga mencakup penguatan peran sentra rehabilitasi sosial milik Kemensos untuk meningkatkan akurasi data dan efektivitas program.
Respons pemerintah daerah
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menyatakan dukungan atas intervensi pusat. Ia menilai program Kemensos penting untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di Sulsel.
"Program-program ini sangat penting bagi masyarakat Sulsel,"
Andi menegaskan koordinasi antarlevel pemerintahan agar bantuan dirasakan maksimal oleh masyarakat penerima.
Dampak dan prospek ke depan
Penyaluran dana besar ini diharapkan memperkuat jaringan pengaman sosial dan mempercepat pemulihan ekonomi lokal. Keberlanjutan pengawasan dan pemutakhiran data menjadi kunci agar bantuan berikutnya lebih tepat sasaran.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Lantik 6 Pangdam dan Resmikan 6 Kodam Baru di HUT ke-81 TNI
Presiden Prabowo melantik enam Pangdam dan meresmikan enam Kodam baru pada HUT ke-81 TNI, menambah jumlah Ko...
Mengapa 5 Oktober Dipilih sebagai Hari Guru Sedunia?
5 Oktober ditetapkan sejak pengesahan Recommendation concerning the Status of Teachers (1966) sebagai dasar...
BGN Minta Pemda Sidak Dapur MBG, Inspeksi Bisa Jam 2-3 Pagi
Kepala BGN Sudaryono minta pemda lakukan sidak dapur MBG, termasuk pada jam 2-3 pagi, untuk pastikan kebersi...
Ombudsman Temukan Kerentanan Pengawasan di Lapas, Minta Perbaikan
Ombudsman RI temukan kerentanan pengawasan dan keamanan di Lapas setelah kunjungan tanpa pemberitahuan; reko...
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI Termasuk 6 Kodam
Presiden Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI pada 5 Oktober 2026, termasuk enam Kodam baru serta penguata...
DVI Polri Gunakan DNA untuk Identifikasi Korban KM Virgo
DVI Polri andalkan pemeriksaan DNA untuk mengidentifikasi korban KM Virgo; 63 dari 80 jenazah telah terident...