Prabowo Janji Tindaklanjuti Masukan Sarasehan KSTI 2026
Presiden Prabowo Subianto
Janji tindak lanjut dari tingkat pusat
Dalam sambutan pembukaan, Prabowo mengapresiasi partisipasi para akademisi dan peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara. Ia mengatakan pemerintah akan menelaah setiap masukan yang diterima selama sarasehan.
Jadi terima kasih saudara dengan tekun mengikuti sarasehan ini. Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu-satu akan saya perhatikan
Pernyataan itu disampaikan di hadapan peserta sebagai komitmen bahwa aspirasi tidak akan berhenti pada forum, melainkan diteruskan ke proses kebijakan.
Masukan bukan hanya dari akademisi
Prabowo menegaskan pemerintah juga membuka ruang bagi aspirasi masyarakat luas. Ia menyebut tidak ada hierarki yang menutup peluang usulan dari daerah atau masyarakat biasa.
Jangankan usul dari profesor. Usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau apa, saya segera tindak lanjuti
Dengan pernyataan ini, presiden menekankan bahwa saluran digital menjadi medium penting bagi warga untuk menyampaikan keluhan atau saran yang menyangkut kepentingan publik.
Teknologi memudahkan respons, tapi perlu kehati-hatian
Menurut Prabowo, perkembangan teknologi mempercepat aliran informasi dari berbagai daerah, sehingga penyelesaian persoalan dapat dilakukan lebih cepat. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak.
Ia mencontohkan teknologi nuklir yang menawarkan manfaat besar sekaligus risiko serius jika disalahgunakan.
- Energi: potensi pasokan listrik dan diversifikasi sumber energi.
- Kesehatan: aplikasi medis seperti diagnosis dan pengobatan.
- Pertanian: pemanfaatan untuk peningkatan produktivitas dan pengendalian hama.
Nuklir untuk medis, nuklir untuk pertanian, tapi nuklir bisa menghabiskan peradaban manusia langsung
Penutup: hadapi kesulitan dengan keberanian
Prabowo menekankan pentingnya keberanian dan kerja keras dalam menghadapi tantangan nasional. Ia mendorong pengakuan atas kelemahan dan keterbukaan dalam mencari solusi.
Kesulitan harus dihadapi, dan kita harus berani menghadapi kesulitan. Berani mengakui kesulitan, dan kerja keras mencari solusi terhadap kesulitan
Dengan komitmen menindaklanjuti masukan dari sarasehan, pemerintah berharap langkah kebijakan berikutnya dapat lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menekraf Tetapkan Modifikasi Otomotif Jadi Subsektor Ekraf
Kemenekraf resmi menetapkan modifikasi otomotif sebagai subsektor ekonomi kreatif lewat Perpres No.37/2026,...
583 Polisi Kehutanan Ikuti Pelatihan untuk Perkuat Pengamanan Hutan
583 Polisi Kehutanan menjalani pelatihan dua bulan di Semarang sebagai tahap awal menuju target 6.500 person...
Polri Gelar Trauma Healing untuk Pengungsi Gempa di Maumere
Kapolda NTT dan Bhayangkari gelar trauma healing bagi pengungsi gempa Maumere, fokus pada anak, bayi, dan pe...
Wapres Gibran: Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Jadi Prioritas
Wapres Gibran meninjau dampak gempa di Sikka (20/8/2026) dan menegaskan keselamatan warga serta pemenuhan ke...
Wapres Tinjau SD Inpres 76 Wairklau Pastikan Pendidikan Pascabencana
Wapres Gibran meninjau SD Inpres 76 Wairklau pada 20 Agustus 2026 untuk memastikan pendidikan anak tetap jad...
Kemenhub Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Distribusi via KM Tidar
Kemenhub menggalang bantuan ASN untuk korban gempa NTT (15-22 Agustus 2026) dan kirim lewat KM Tidar ke Flor...