Kementan Perluas PM-AAS untuk Dongkrak Produksi Padi
Kementerian Pertanian memperluas penerapan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk mendongkrak produktivitas padi nasional. Program ini ditargetkan meningkatkan hasil panen dan memperkuat swasembada pangan secara berkelanjutan.
Apa itu PM-AAS dan target produksi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas padi hingga hampir tiga kali lipat. Target minimal hasil panen ditetapkan 10 ton per hektare, sementara uji lapangan sudah mencapai 12,4 ton per hektare.
"Setelah dua tahun penelitian, kami yakin metode ini meningkatkan produksi signifikan. Hasil uji lapangan bahkan sudah mencapai 12,4 ton per hektare,"
Prinsip kerja dan teknologi yang digunakan
PM-AAS menggabungkan tata tanam jajar legowo dengan teknologi pertanian modern. Model ini juga mengadopsi praktik budidaya dari Amerika Serikat dan China untuk meningkatkan efisiensi.
Fokus utama PM-AAS meliputi:
- Optimalisasi proses fotosintesis.
- Peningkatan populasi tanaman hingga sekitar 1 juta rumpun per hektare.
- Penerapan pertanian presisi untuk penggunaan input yang lebih efisien.
Efisiensi biaya dan keuntungan petani
Dengan prinsip tersebut, penggunaan pupuk dan air menjadi lebih efisien. Menurut Kementan, biaya input turun namun hasil panen meningkat sehingga margin keuntungan petani bertambah.
"Biaya pupuk dan air menjadi lebih efisien. Input turun, tetapi hasil panen meningkat sehingga keuntungan petani bertambah,"
Rencana pelaksanaan dan dukungan pemerintah
Pemerintah menyiapkan distribusi benih dan pendampingan melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL). Penerapan PM-AAS diprioritaskan di daerah yang memiliki sistem irigasi.
"Seluruh PPL harus bergerak mendampingi petani. PM-AAS akan kita kawal bersama hingga 2029,"
Program ini akan digelar secara bertahap dan diawasi untuk memastikan adopsi praktik yang benar di lapangan.
Dampak dan prospek ekspor
Mentan optimistis PM-AAS tidak hanya memperkuat swasembada, tetapi juga membuka peluang ekspor beras nasional. Pemerintah melihat teknologi ini sebagai salah satu jalan meningkatkan produktivitas nasional dan posisi Indonesia di pasar global.
Implementasi PM-AAS akan dipantau berkala untuk menilai efektivitas, menyempurnakan teknik, dan memperluas adopsi hingga mencapai target produksi yang ditetapkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KAI Commuter Imbau Antisipasi Gangguan KRL Pasca Dua Insiden
KAI Commuter minta penumpang antisipasi gangguan KRL usai dua insiden yang menyebabkan keterlambatan pada 20...
Kementerian Ekonomi Kreatif Jajaki Kolaborasi dengan ION Perluas Pasar Digital
Kemenparekraf bertemu ION pada 20 Agustus 2026 untuk perluas akses pasar digital, dorong AI, pemasaran digit...
Bendera Raksasa 10x5 m Dikibarkan di Muara Tujuh Sungai Subang
Bendera Merah Putih 10x5 meter dikibarkan di Muara Tujuh Sungai, Subang saat HUT RI ke-81 sambil mengkampany...
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...