Kemendukbangga: Peran Ayah Kunci Tangkal Ancaman Digital pada Anak
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) menegaskan peran ayah perlu diperkuat untuk menghadapi dominasi algoritma digital yang mengancam ketahanan keluarga. Pernyataan itu disampaikan pada rangkaian SKR di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Minggu, 28 Juni 2026, sebagai bagian dari kegiatan Harganas tahun ini.
Ancaman algoritma digital bagi keluarga
Kemendukbangga menilai perangkat dan algoritma digital kini memengaruhi perilaku dan pola pikir anak secara signifikan. Tanpa pengasuhan yang kuat, hubungan keluarga berisiko melemah. Kondisi ini dianggap serius karena tidak hanya berdampak pada keluarga, tetapi juga fondasi kebangsaan.
Menurut pejabat kementerian, tantangan saat ini bukan hanya soal memberi asuh, melainkan menanggapi penjajahan digital yang memengaruhi cara berpikir generasi muda.
Ayah sebagai figur teladan dan pembimbing
Dalam pidatonya, Sesmendukbangga Budi Setiyono menekankan pentingnya ayah hadir lebih dari sekadar pencari nafkah. Kehadiran ayah sebagai pembimbing dan figur teladan dinilai vital untuk melindungi anak dari pengaruh negatif dunia digital.
"Dominasi perangkat digital berpotensi menggerus nilai keluarga jika tidak diimbangi pengasuhan kuat dari orang tua, terutama ayah. Karena itu kami mengangkat tema ayah teladan agar anak tidak kehilangan figur dalam kehidupan sehari hari,"
Budi menambahkan bahwa jika pengaruh digital tidak diantisipasi, hubungan antaranggota keluarga bisa melemah dan berdampak pada nilai-nilai kebangsaan.
Suarakan kehadiran ayah dalam keseharian
Peserta kegiatan, Ipan Santoso, turut mengajak keluarga memperkuat komunikasi antaranggota. Ia menegaskan kehadiran ayah harus nyata di rumah: mendengar, membimbing, dan menjadi teladan, bukan hanya memenuhi kebutuhan ekonomi.
"Peran ayah sangat penting. Anak membutuhkan figur yang hadir, mendengar, dan membimbing agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan digital yang begitu cepat berubah,"
Peserta dan penyelenggara berharap momentum Harganas dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya peran ayah dalam pengasuhan modern.
Implikasi dan langkah ke depan
Penguatan peran ayah dipandang sebagai strategi untuk memperkokoh ketahanan keluarga menghadapi arus digital. Langkah ini mencakup peningkatan komunikasi keluarga dan kesadaran sosial terkait pola asuh. Kemendukbangga berharap inisiatif tersebut memicu tindakan nyata di tingkat rumah tangga dan komunitas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...
Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Kemenko PMK memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT, memaksimalkan gudang di Labuan Bajo...
512 Sekolah Terdampak Gempa Flores, Pembelajaran Beralih Daring
Sebanyak 512 sekolah di Flores terdampak gempa 7,7 pada 19 Agustus 2026; pembelajaran beralih daring dan ten...
FEB UIN Jakarta Kejar Akreditasi AACSB Menuju Sekolah Bisnis Global
FEB UIN Jakarta mempercepat persiapan akreditasi AACSB dengan inovasi S3 Perbankan Syariah dan target pening...