KKP Targetkan 1.369 Kampung Nelayan, Produksi Ikan 2,8 Juta Ton
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan rampungnya 1.369 titik Kampung Nelayan Merah Putih pada akhir 2026 dan peningkatan menjadi 5.000 titik pada akhir 2029. Pemerintah memperkirakan 1.369 kampung awal bisa menghasilkan sekitar 2,8 juta ton ikan per tahun, kata Trenggono dalam keterangannya pada Minggu, 28 Juni 2026.
Target dan jadwal pembangunan
KKP memasang target bertahap untuk memperkuat produksi perikanan nasional. Fokus awal adalah menyelesaikan 1.369 Kampung Nelayan pada 2026, kemudian memperluas hingga 5.000 titik pada 2029.
- 1.369 titik selesai akhir 2026
- 5.000 titik terpadu akhir 2029
Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat hilirisasi dan ketahanan pasokan dari wilayah pesisir ke pasar domestik.
Perkiraan produksi dan teknologi penyimpanan
Trenggono menilai bahwa 1.369 titik yang terbangun mampu menambah produksi hingga 2,8 juta ton ikan per tahun. Salah satu kunci peningkatan adalah penggunaan teknologi penyimpanan modern.
Untuk menjaga kesegaran ikan selama beberapa hari, pemerintah akan memfasilitasi nelayan dengan slurry ice, es cair yang dapat memperpanjang mutu tangkapan.
Kalau nanti Presiden kan minta untuk saya yang bangun sampai akhir 2029 itu 5.000 titik ya. Dari 1.300 ini saja, itu kira-kira 2,8 juta ton
Jadi dia (nelayan) ke laut itu sudah slurry es yang tahannya bisa sampai 3 hari, dan itu kualitasnya sangat bagus ya. Ikannya itu masih fresh gitu, masih bagus
Fasilitas pengolahan di kampung
Selain es cair, pemerintah merencanakan pemasangan fasilitas mini processing di setiap kampung nelayan. Fasilitas ini memungkinkan hasil tangkapan langsung diproses, divakum, dan dipacking sehingga nilai tambah meningkat.
Pemasangan fasilitas ini juga ditujukan untuk memperkuat rantai pasok perikanan dari hulu ke hilir, memudahkan distribusi, dan menjaga mutu produk hingga ke konsumen.
Sehingga tingkat ketelusuran ikannya jadi lebih bagus dan produk ikan yang ditangkap juga lebih segar dibandingkan yang ada saat ini. Karena yang terjadi kan mereka menangkap kesulitan esnya, sehingga kualitas ikannya menjadi lebih jelek, dan seterusnya
Dampak bagi masyarakat pesisir
Program Kampung Nelayan tidak hanya menargetkan kuantitas. Pemerintah juga ingin memperbaiki kualitas ikan dan menambah nilai ekonomi masyarakat pesisir melalui manajemen yang lebih baik dan fasilitas pendukung.
Trenggono berharap setiap kampung memiliki manajer yang memastikan fasilitas terkelola dengan baik sehingga mendukung kegiatan nelayan dan meningkatkan pendapatan di daerah pesisir.
Jika target tercapai, program ini berpotensi memperkuat ketahanan pangan laut dan memberikan nilai ekonomi lebih baik bagi komunitas pesisir di berbagai daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kementan Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman Dukung Produksi Beras
Kementan pastikan stok pupuk bersubsidi aman, harga dipangkas 20% dan distribusi dipercepat untuk mendukung...
Menhub: Komisi Ojol Maksimal 8% Berlaku 1 Juli 2026
Menhub Dudy menyatakan komisi ojol maksimal 8% berlaku mulai 1 Juli 2026 tanpa uji coba untuk meningkatkan k...
Kementan Percepat Hilirisasi dengan Perkuat BUMN Pangan
Kementan finalkan Rancangan Inpres dan SKB untuk memperkuat BUMN pangan agar mempercepat hilirisasi komodita...
Bapanas: Stok Pangan Aman Hadapi Kemarau dan El Nino
Bapanas menyatakan stok pangan dan cadangan beras hingga Juni 2026 cukup menghadapi kemarau dan potensi El N...
Barcode MyPertamina Ditolak? Ini 3 Penyebab Utama dan Cara Cek
Banyak pengajuan barcode MyPertamina ditolak karena jenis kendaraan tak memenuhi syarat, foto STNK buram, at...
BMKG: Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 29 Juni
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah, terutama Bangka Belitung, hingg...