PTPN I Percepat Transformasi Jadi Korporasi Agribisnis Modern
PT Perkebunan Nusantara I menyatakan komitmen mempercepat transformasi menjadi korporasi agribisnis modern, profesional, dan berdaya saing. Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Utama Abdul Rivai Ras di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026, sebagai respons terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, digitalisasi, dan persaingan internasional.
Rencana transformasi dan fokus utama
PTPN I menetapkan arah transformasi untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan adaptasi terhadap perubahan, dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi negara. Transformasi ini juga diarahkan agar perusahaan lebih tangguh menghadapi fluktuasi komoditas dan perubahan regulasi global.
Saya melihat amanah ini bukan sekadar memimpin perusahaan perkebunan. Amanah ini adalah memimpin proses transformasi organisasi agar PTPN I menjadi perusahaan yang semakin modern, profesional, adaptif, dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara
Lima pilar transformasi
Menurut manajemen, transformasi PTPN I berlandaskan pada beberapa pilar utama. Pilar ini menjadi kerangka kerja untuk perubahan internal dan penciptaan nilai eksternal.
- Penguatan tata kelola
- Manajemen risiko
- Digitalisasi
- Optimalisasi aset
Perusahaan menyebut tata kelola sebagai fondasi agar seluruh proses bisnis berjalan transparan, akuntabel, dan berbasis manajemen risiko.
Semakin besar organisasi, semakin besar pula tanggung jawab tata kelolanya. Ke depan kita harus memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara transparan, akuntabel, disiplin, dan berbasis manajemen risiko
Penguatan manajemen risiko dan struktur keuangan
PTPN I membentuk Direktorat Keuangan dan Manajemen Risiko sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan perusahaan. Pembentukan ini ditujukan untuk mengantisipasi dinamika harga komoditas, dampak perubahan iklim, dan tuntutan penerapan prinsip Environmental, Social and Governance atau ESG.
Perusahaan tidak bisa hanya berpikir mengenai laba. Perusahaan juga harus mampu mengelola risiko secara sistematis agar keberlanjutan usaha tetap terjaga
Digitalisasi dan budaya kerja
Manajemen menekankan bahwa digitalisasi harus dimulai dari perubahan budaya kerja. Teknologi dipandang sebagai alat untuk mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan produktivitas, dan mendukung transparansi operasional.
Digitalisasi mengubah cara bekerja, budaya organisasi, dan pengambilan keputusan agar produktivitas perusahaan terus meningkat
Optimalisasi aset untuk nilai tambah negara
Di sektor pengelolaan aset, PTPN I menegaskan bahwa seluruh aset harus memberi nilai ekonomi maksimal bagi perusahaan dan negara serta manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Penutup: Dengan langkah struktural dan digital, PTPN I menargetkan transformasi yang tidak sekadar administratif, tetapi menghasilkan kinerja yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing. Ke depan, implementasi pilar-pilar tersebut akan menjadi penentu sejauh mana perusahaan mampu merespons tantangan global dan memenuhi peran strategisnya bagi perekonomian.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Undang Petugas Upacara HUT ke-81 ke Hambalang
Presiden Prabowo mengundang petugas upacara HUT ke-81 ke Hambalang sebagai bentuk apresiasi dan pesan menjag...
Menhub Pastikan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran
Menhub Dudy Purwagandhi pastikan evaluasi menyeluruh keselamatan pelayaran pasca empat kecelakaan, tekan int...
Pemerintah Rencanakan Pemangkasan Kuota BBM Subsidi 2027
Pemerintah berencana memangkas kuota BBM subsidi menjadi 20,09 juta kl pada 2027, sambil menaikkan alokasi a...
Mendagri Koordinasi Percepatan Penanganan Dampak Gempa NTT
Mendagri Tito Karnavian terus koordinasi percepatan penanganan gempa NTT, fokus evakuasi, listrik, dan distr...
Mendagri Waspadai Gempa Susulan di NTT, Penanganan Dimulai di Pelabuhan
Mendagri Tito Karnavian mengingatkan potensi gempa susulan di NTT; Kementerian PU akan asesmen kerusakan di...
Seskab: 253 Ton Bantuan Logistik Telah Dikirim ke NTT
Seskab Teddy menyatakan pemerintah telah mengirimkan 253 ton bantuan logistik ke NTT; lima pesawat berangkat...