Presiden PSG Puji Tim Usai Sabet Gelar Ligue 1 ke-14
Paris Saint-Germain memastikan gelar Ligue 1 musim 2025/26 usai menang 2-0 di kandang Lens, Stade Bollaert-Delelis, Kamis 14 Mei 2026. Presiden klub, Nasser Al-Khelaifi, memuji upaya seluruh tim dan staf yang membawa PSG meraih gelar ke-14 dalam sejarah klub serta menjadi juara Prancis kelima berturut-turut.
Kemenangan dan gelar
Kemenangan di Lens menegaskan dominasinya di kompetisi domestik. Hasil ini sekaligus mengakhiri perburuan gelar yang ketat musim ini. Al-Khelaifi menyebut pencapaian itu sebagai momentum penting bagi klub Paris.
Puji kerja kolektif dan akademi
Dalam pernyataan resmi, Al-Khelaifi menyoroti peran berbagai elemen klub, mulai dari pemain hingga staf pelatih dan manajemen. Ia menegaskan bahwa keberhasilan adalah buah kerja tim yang terorganisir.
"Kami sangat bangga dengan gelar juara Prancis ke-14. Ini kemenangan kelima berturut-turut dan yang pertama dalam sejarah Klub,"
Presiden PSG memberi penghargaan khusus pada figur-figur kunci yang berkontribusi besar musim ini. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.
- Luis Enrique — pelatih kepala
- Luis Campos — direktur olahraga
- Seluruh pemain dan staf pelatih
"Selamat kepada para pemain, Luis Enrique, Luis Campos, dan seluruh staf atas kerja luar biasa mereka,"
Al-Khelaifi juga menyorot peran akademi sebagai sumber bakat jangka panjang. Ia menyebut ada lima pemain muda akademi yang melakukan debut profesional musim ini, menunjukkan keberlanjutan pembangunan internal.
Fokus ke kompetisi Eropa
Meski merayakan gelar domestik, manajemen PSG langsung mengalihkan perhatian ke tantangan yang lebih besar. Klub kini bersiap menghadapi final Liga Champions di Budapest melawan Arsenal.
"Kesuksesan ini merupakan hasil kerja tim yang berkinerja tinggi, dari semua orang di Klub. Juga kekuatan akademi kami termasuk debut profesional lima pemain muda,"
Al-Khelaifi menekankan bahwa di PSG, bintang sejati adalah kolektif. Ia memuji dukungan fans yang disebutnya menjadi salah satu pilar kekuatan klub sepanjang musim.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Kemenangan Ligue 1 memperkuat reputasi PSG di Prancis, namun target klub belum selesai. Tekad meraih trofi Eropa pertama tetap menjadi prioritas utama. Al-Khelaifi mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum final di Budapest.
Dengan landasan kolektif dan akademi yang produktif, PSG berharap melanjutkan sejarahnya di kompetisi klub tertinggi Eropa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Aries Susanti Ditunjuk Manajer Timnas Panjat Tebing untuk Asian Games
Aries Susanti resmi jadi manajer Timnas Panjat Tebing per 27 Juli 2026 untuk memimpin persiapan menuju Asian...
Waspada Kamboja, Indonesia Berburu Kemenangan Perdana di Piala AFF
Indonesia vs Kamboja di Pakansari malam ini; peluang menang besar namun harus waspadai kebangkitan Kamboja p...
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026–2030
Agustiar Sabran resmi dilantik sebagai Ketua Umum PB Percasi 2026–2030 dan berjanji melanjutkan program suks...
Penunjukan Andrea Pirlo ke Timnas Italia Ditunda akibat Kontroversi Judi
FIGC menunda penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia karena kontroversi hubungan komersial den...
Nadeo: Timnas Siap Akhiri Puasa Gelar Piala AFF 2026
Nadeo Argawinata optimistis Timnas Indonesia mengakhiri puasa gelar Piala AFF 2026 usai TC intensif di Bali,...
Pogacar Raih Gelar Kelima Tour de France 2026
Tadej Pogacar merebut gelar kelima Tour de France 2026 di Champs-Élysées dengan catatan waktu 73 jam 56 meni...