Olahraga

Penunjukan Andrea Pirlo ke Timnas Italia Ditunda akibat Kontroversi Judi

Bagikan:
Andrea Pirlo dan simbol Federasi Sepak Bola Italia

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menunda rencana penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia yang semula dijadwalkan diumumkan pada 28 Juli 2026. Penundaan terjadi setelah kontroversi terkait status Pirlo sebagai duta perusahaan taruhan asing Fonbet memicu kritik dari kalangan politik.

Kontroversi Fonbet dan kritik politik

Beberapa politisi menilai hubungan komersial Pirlo dengan perusahaan taruhan tersebut tidak sesuai bagi figur yang akan memimpin tim nasional. Kritik mengangkat kekhawatiran soal etika dan citra sepak bola Italia jika posisi pelatih diisi oleh seseorang yang terafiliasi dengan industri perjudian.

"Sepak bola Italia membutuhkan revolusi budaya, etika, dan manajerial. Memilih Andrea Pirlo justru bergerak ke arah yang berlawanan,"

Kutipan di atas disampaikan oleh Pina Picierno, yang menjadi salah satu tokoh politik yang mengritik rencana penunjukan tersebut.

Dukungan Paolo Maldini dan isu kewenangan

Paolo Maldini, Direktur Teknik FIGC, masih mendukung rencana mengangkat Pirlo. Namun muncul ketegangan internal setelah muncul sorotan politik; terdapat laporan bahwa Maldini mempertimbangkan pengunduran diri jika kewenangannya dalam menentukan pelatih dibatasi atau dicabut.

Sampai saat ini FIGC belum mengambil keputusan resmi mengenai penunjukan Pirlo maupun langkah administratif terhadap posisi Maldini.

Respons Pirlo dan sikap federasi

Pirlo telah menegaskan bahwa kerja samanya dengan Fonbet bersifat murni komersial dan tidak mengandung muatan politik. Ia menyatakan tidak ada kaitan antara perannya sebagai duta merek dengan tugas profesional sebagai pelatih.

Sementara itu, FIGC belum mengeluarkan pernyataan resmi yang merespons kontroversi secara rinci. Federasi masih mengevaluasi perkembangan dan implikasi reputasi sebelum membuat pengumuman formal.

Implikasi dan langkah ke depan

Penundaan ini menempatkan FIGC pada posisi yang harus menyeimbangkan antara keputusan teknis olahraga dan tekanan politis yang berpotensi memengaruhi citra publik. Jika konflik berlanjut, opsi yang mungkin muncul termasuk menunda pengangkatan lebih lama, meninjau kembali hubungan sponsor atau mencari figur pelatih alternatif.

Keputusan akhir akan menentukan arah komunikasi federasi dan memberi dampak pada struktur manajerial timnas menjelang agenda kompetitif mendatang.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait