Hashim: Program MBG Dilanjutkan Sampai Semua Sasaran Terpenuhi
Hashim Djojohadikusumo menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dilanjutkan hingga semua anak dan ibu hamil memperoleh akses makanan bergizi. Pernyataan itu disampaikan pada acara Pelantikan dan Pengukuhan DPP, DPD, dan DPC Srikandi Jaga Desa di Jakarta, Jumat malam, 3 Juli 2026. Pemerintah, kata Hashim, melihat program ini sebagai komitmen jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan generasi muda dan menekan angka stunting.
Komitmen pemerintah dan akar gagasan
Hashim menyampaikan bahwa gagasan MBG sudah dicetuskan Presiden Prabowo sejak sekitar 2006. Menurutnya, program ini lalu menjadi agenda politik yang konsisten pada beberapa kontestasi nasional sejak 2009 hingga 2024. Tujuan utamanya adalah memastikan asupan gizi memadai bagi anak-anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia.
Tegas: program tidak akan berhenti sampai berhasil
Dalam acara tersebut Hashim menegaskan tekad pemerintah melanjutkan program sampai tujuan tercapai. Ia menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan untuk mencapai hasil jangka panjang pada kesehatan anak dan penurunan stunting.
"Saya kira sudah bukan rahasia lagi bahwa pemerintah sudah bertekad untuk melanjutkan program MBG, tidak akan berhenti sampai nanti kita berhasil. Kita berikan makanan yang bergizi untuk semua anak-anak dan ibu-ibu hamil yang perlu makanan bergizi,"
Tantangan pelaksanaan dan dugaan penyimpangan
Meski berkomitmen, Hashim mengakui terdapat dugaan penyelewengan dalam pelaksanaan MBG di lapangan. Ia tidak merinci kasus spesifik, namun mengingatkan bahwa niat baik dapat gagal bila implementasi tidak diawasi dengan ketat. Masalah ini dinilai berpotensi mengurangi manfaat program bagi penerima sasaran.
Pengawasan dan peran Srikandi Jaga Desa
Untuk mengatasi tantangan itu, Hashim meminta kementerian, lembaga terkait, dan anggota Srikandi Jaga Desa aktif mengawasi distribusi dan pelaksanaan program. Ia menyarankan pengawasan yang kuat untuk memastikan MBG tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi anak-anak serta ibu hamil.
Dengan upaya pengawasan yang lebih intensif dan koordinasi antar-institusi, Hashim berharap program MBG bisa berjalan efektif. Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk memperbaiki kualitas gizi, menekan angka stunting, dan memastikan investasi kesehatan anak-anak Indonesia memberikan hasil yang berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mitra Karawangjaya Ungkap Hambatan Pengelolaan Kawasan Industri
PT Mitra Karawangjaya menyampaikan kendala SHGB, SIPA, akses tol, dan gangguan keamanan yang mengancam kepas...
JPPI Minta Sekolah Terbuka dalam Penanganan Perundungan
JPPI mendesak sekolah bersikap terbuka menangani perundungan, mendorong SOP, akreditasi, dan sosialisasi unt...
BBM dan Avtur Indonesia Termurah di ASEAN, Diesel di Posisi Ketiga
Harga bensin RON 92, RON 95, dan avtur di Indonesia tercatat paling murah di Asia Tenggara; diesel berada di...
Puan: Satuan Baru TNI Harus Perkuat Pertahanan dan Kedaulatan
Puan Maharani minta satuan baru TNI diiringi penguatan kemampuan pertahanan dan dukungan pemerintah usai pel...
Kemenimipas: Sosok di Kamar Mewah Lapas Cibinong Adalah Jimmy Masrin
Kemenimipas menyatakan sosok di kamar mewah Lapas Cibinong adalah terpidana korupsi Jimmy Masrin berdasarkan...
Ombudsman Siapkan Investigasi Tata Kelola Lapas Cibinong
Ombudsman siapkan investigasi menyeluruh atas tata kelola Lapas Kelas IIA Cibinong setelah ditemukan fasilit...