Warga Keluhkan ISPA Usai Kebakaran TPA Jatiwaringin
Warga di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten mengeluhkan gangguan pernapasan sejak kebakaran yang masih belum padam. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menyatakan keluhan muncul sejak asap menyebar ke permukiman sekitar pada awal kebakaran dan terus dipantau tim medis, Jumat, 3 Juli 2026.
Korban dan keluhan kesehatan
Keluhan utama yang dilaporkan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, flu, dan meriang (demam). Data di lapangan menunjukkan pada hari kedua kejadian teridentifikasi 154 orang dengan gejala ISPA, dan pada hari keempat tercatat 22 orang yang melapor.
"Masyarakat yang terdampak, awal menderita keluhan ISPA, batuk, flu dan meriang (demam). Ini harus kita temukan agar cepat kita obati, jangan sampai jatuh ke pneumonia atau radang paru,"
Tim kesehatan khawatir kondisi ini dapat berkembang menjadi bronkopneumonia atau radang paru, terutama pada kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta.
Upaya penanganan dan posko kesehatan
Dinas Kesehatan membuka lima posko kesehatan di sejumlah titik terdampak untuk memantau dan memberikan perawatan awal. Petugas medis aktif melakukan jemput bola untuk memeriksa warga yang memilih tetap bertahan di rumah meski area masih berasap.
"Satu hari lalu atas perintah Bupati, Puskesmas jemput bola, ada masyarakat yang tidak mau menginap di penampungan. Kita keliling setiap satu jam melihat kondisi yang bertahan ditengah kepulan asap,"
Tim medis menekankan pentingnya deteksi dini agar kasus ISPA tidak berkembang menjadi komplikasi serius yang berisiko menimbulkan kematian pada kelompok berisiko.
Evakuasi, masker, dan imbauan
Pihak kecamatan dan desa telah menyiapkan lokasi pengungsian bagi warga terdampak. Dinas Kesehatan juga mendistribusikan masker untuk mengurangi paparan asap bagi warga yang berada di area terimbas.
- Larangan beraktivitas di lokasi berasap apabila memungkinkan
- Anjuran mengungsi ke fasilitas yang disiapkan kecamatan atau desa
- Penggunaan masker jika terpaksa tetap di luar atau tidak dapat mengungsi
Petugas terus mengimbau warga untuk memanfaatkan pengungsian dan layanan kesehatan agar kondisi kesehatan segera pulih. Pemantauan akan dilanjutkan sampai asap mereda dan situasi dinyatakan aman.
Risiko jangka pendek dan tindak lanjut
Jika paparan asap berkepanjangan, risiko penyakit pernapasan pada kelompok rentan meningkat. Pemerintah daerah bersama tim kesehatan telah mengutamakan pemeriksaan, perawatan awal, dan edukasi pencegahan sambil menunggu upaya pemadaman rampung.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kementan Percepat Pompanisasi Hadapi Potensi El Nino 2026
Kementan mempercepat program pompanisasi sejak Juli 2026 untuk cegah kekeringan dan menjaga produksi pangan,...
Angin Kencang Hambat Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin
Pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin terhambat angin kencang dan risiko gas berbahaya; luas terbakar diperki...
Cara Daftar Program Magang Nasional 2026 dan Besaran Gaji
Pendaftaran Program Magang Nasional 2026 dibuka untuk lulusan S1, profesi, dan difabel; peserta dapat gaji R...
PLN perkuat kesiapsiagaan listrik saat libur sekolah
PLN UP2B Jabar menjaga operasi kelistrikan 24 jam saat libur sekolah untuk antisipasi lonjakan beban dan men...
Menko Polkam: Perkuat Kekompakan TNI-Polri Jaga Perbatasan Natuna
Menko Polkam Djamari Chaniago minta TNI-Polri perkuat kekompakan jaga perbatasan saat meninjau pasukan di Na...
Penerjemahan Sastra Indonesia Diperluas, Kontemporer Masih Dikurasi
Kemenbud lanjutkan terjemahan sastra klasik ke Inggris sepanjang 2026; karya kontemporer diseleksi ketat unt...