Angin Kencang Hambat Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin
Upaya pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, masih berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026. Tim gabungan menghadapi kendala angin kencang dan potensi perluasan titik kebakaran, sementara luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektar dari 33 hektar.
Situasi dan tantangan di lokasi
Angin yang bertiup kencang mempercepat penyebaran api dan membuat pendinginan menjadi lebih sulit. Kondisi suhu yang sangat panas juga memperberat kerja tim pemadam di lapangan.
“Angin bertiup dengan kencang, sangat panas. Ini tantangan yang dihadapi dan itu tidak mudah,”
— ujar Rasio Ridho Sani, Deputi bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup, saat berbincang dengan RRI Pro3.
Karakter kebakaran dan risiko tambahan
Kebakaran TPA menunjukkan karakter mirip lahan gambut, yaitu pembakaran pada bagian dalam timbunan sehingga proses pendinginan memakan waktu lama. Permukaan sering tampak padam, tetapi titik panas di dalam masih menyala.
Sifat sampah yang terurai menambah risiko kebakaran. Menurut pejabat kementerian, sampah menghasilkan gas berbahaya dan potensi ledakan karena kandungan metana. Ketinggian timbunan sekitar 30 meter juga menimbulkan risiko longsor material.
“Sampah disana mengandung komponen berbagai zat dan menimbulkan gas berbahaya kalau terhirup. Disamping itu, mengingat tingginya sampah 30 meter maka berpotensi longsor,”
Bahaya partikel dan perlindungan petugas
Asap dari kebakaran TPA mengandung partikel halus dengan diameter sangat kecil, sehingga kualitas udara di sekitar lokasi buruk untuk kesehatan. Petugas pemadam harus dilengkapi alat pelindung pernapasan dan alat keselamatan lain untuk mengurangi dampak paparan.
Strategi pemadaman dan koordinasi
Pemadaman dilakukan lewat pendekatan darat dan udara. Untuk upaya udara, tim menggunakan water bombing dari helikopter yang menjatuhkan air untuk menekan kobaran api di lokasi sulit dijangkau.
Pihak kementerian menyatakan optimistis kebakaran dapat ditanggulangi melalui koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah membentuk tim khusus penanganan darurat untuk mengatasi situasi ini.
“Kami akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Tangerang. Pak Bupati membentuk tim khusus penanganan darurat kebakaran di TPA Jatiwaringin,”
Pihak berwenang menyatakan akan melakukan verifikasi ulang terhadap luas area yang terbakar dan melanjutkan langkah mitigasi hingga api benar-benar padam.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menhut Tunjukkan Bukti Pengembalian Amplop Bupati Kuansing
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tunjukkan bukti pengembalian amplop Bupati Kuansing yang dikembalikan 12...
Kementan Percepat Pompanisasi Hadapi Potensi El Nino 2026
Kementan mempercepat program pompanisasi sejak Juli 2026 untuk cegah kekeringan dan menjaga produksi pangan,...
Cara Daftar Program Magang Nasional 2026 dan Besaran Gaji
Pendaftaran Program Magang Nasional 2026 dibuka untuk lulusan S1, profesi, dan difabel; peserta dapat gaji R...
PLN perkuat kesiapsiagaan listrik saat libur sekolah
PLN UP2B Jabar menjaga operasi kelistrikan 24 jam saat libur sekolah untuk antisipasi lonjakan beban dan men...
Menko Polkam: Perkuat Kekompakan TNI-Polri Jaga Perbatasan Natuna
Menko Polkam Djamari Chaniago minta TNI-Polri perkuat kekompakan jaga perbatasan saat meninjau pasukan di Na...
Penerjemahan Sastra Indonesia Diperluas, Kontemporer Masih Dikurasi
Kemenbud lanjutkan terjemahan sastra klasik ke Inggris sepanjang 2026; karya kontemporer diseleksi ketat unt...