Dirjen SDA Prioritaskan Irigasi dan Bendungan untuk Swasembada Air
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum menetapkan pembangunan irigasi dan bendungan sebagai prioritas untuk mendukung Program Swasembada Air. Kebijakan ini disampaikan oleh Dirjen SDA Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw saat rapat dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senayan, Rabu, 8 Juli 2026.
Inti kebijakan dan kaitan dengan RPJMN
Program Swasembada Air menjadi bagian dari pelaksanaan prioritas nasional kedua dalam RPJMN 2025–2029. Langkah ini diarahkan pada pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan produktif. Selain pembangunan fisik, kebijakan juga mencakup pengendalian risiko dan pengelolaan pasokan air.
Prioritas program dan target
Menurut Dirjen SDA, ada beberapa sasaran utama yang ditetapkan pemerintah untuk periode mendatang. Target tersebut mencakup lanjutan proyek bendungan, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, serta pengamanan wilayah rawan banjir dan abrasi.
Sumber daya air mendukung pencapaian target asta cita ke-2 tersebut melalui program prioritas swasembada air. Ini difokuskan pada perwujudan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dengan produktif melalui empat kegiatan prioritas
Rincian proyek dan sasaran kuantitatif
Arnold menyampaikan rincian target yang konkret. Pemerintah akan melanjutkan pembangunan 15 bendungan yang sudah dimulai pada periode sebelumnya. Selain itu, ada target pembangunan irigasi baru dan rehabilitasi jaringan yang rusak.
Kegiatan prioritas pembangunan dan pengelolaan tampungan air ditargetkan untuk melanjutkan pembangunan 15 bendungan yang sudah dimulai pada periode sebelumnya. Untuk mewujudkan penyediaan pasokan air berkelanjutan, ditargetkan pembangunan irigasi baru seluas 500 ribu hektare dan rehabilitasi jaringan irigasi rusak
Beberapa angka sasaran lain yang disebutkan meliputi:
- Pembangunan irigasi baru seluas 500.000 hektare.
- Pembangunan infrastruktur pengendali banjir sepanjang 800 km hingga 2029.
- Pembangunan pengamanan pantai sepanjang 127 km.
- Pengendalian sedimen dan lahar gunung berapi sebanyak 87 unit.
Pemanfaatan fasilitas dan operasi
Arnold menegaskan bendungan yang telah selesai tidak hanya berfungsi sebagai tampungan. Bendungan juga akan dimanfaatkan sebagai sumber air bagi sektor pertanian dan untuk pasokan air baku. Direktoratnya akan melaksanakan operasi serta pemeliharaan bendung, jaringan irigasi, dan sarana penyediaan air baku untuk menjamin ketersediaan layanan.
Penguatan tata kelola dan teknologi
Pelaksanaan program dilakukan melalui pengelolaan sumber daya air terpadu. Pemerintah menekankan penguatan tata kelola dan penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi. Langkah teknis yang disebut antara lain penerapan smart water management, water accounting, perencanaan terpadu, serta penguatan kelembagaan pengelolaan sumber daya air.
Dengan pendekatan ini, Kementerian PU berharap pembangunan infrastruktur dan pengelolaan yang lebih baik dapat mendukung ketahanan air nasional serta keberlanjutan pemanfaatan sumber daya air bagi sektor pertanian dan kebutuhan pokok lainnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BNPB: Distribusi Bantuan Gempa NTT Semakin Lancar
BNPB: distribusi bantuan logistik untuk korban gempa NTT kian lancar berkat posko nasional dan daerah; total...
Presiden Perintahkan Tambahan 700 Tabung Oksigen untuk Riau
Presiden perintahkan tambahan oksigen untuk Riau; pasokan dinaikkan dari target 500 menjadi 700 tabung untuk...
Karhutla Riau Turun: Dari 16.277 Ha Kini Tersisa 900 Ha
BPBD Riau melaporkan dari 16.277 ha karhutla Januari–Agustus 2026, kini sekitar 900 ha masih ditangani; tuju...
Karhutla Riau: 41,8 Juta Liter Air Diguyurkan sejak Maret 2026
Sejak Maret 2026, 41,8 juta liter air disiram untuk padamkan karhutla Riau; helikopter water bombing dan OMC...
Karhutla Meluas di Kalimantan, PKS Minta Prioritaskan Keselamatan Warga
PKS mendesak prioritas keselamatan warga, kesiapsiagaan layanan kesehatan, perlindungan satwa, dan penegakan...
Polri-Bhayangkari Kirim Bantuan Gempa Flores via Laut dan Udara
Polri dan Bhayangkari mengirim logistik via laut dan udara ke lima wilayah terdampak gempa Flores untuk memp...