Fadli Zon: Animo Gen Z Terhadap Museum Passport Sangat Tinggi
Menteri Kebudayaan Fadli ZonMuseum Passport sangat tinggi. Peluncuran awal sebanyak 5.000 eksemplar langsung habis dalam beberapa hari, sehingga pemerintah kembali mencetak 8.000 unit.
Permintaan cepat, cetak ulang segera
Fadli Zon mengungkapkan angka penjualan itu ketika ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. Menurutnya, respons Gen Z terhadap koleksi cap kunjungan di museum melebihi ekspektasi awal.
"Ternyata Gen Z luar biasa tertarik ya, baru kita cetak 5.000 saja dalam beberapa hari langsung habis. Kita sekarang cetak lagi 8.000 Museum Passport, itu cepat sekali permintaannya," kata Menteri Fadli Zon.
Peningkatan kunjungan dan dampak ekonomi
Menteri Fadli menyebut kunjungan ke museum dan cagar budaya naik signifikan. Ia memperkirakan ada kenaikan hingga 400% dalam setahun terakhir di beberapa lokasi setelah revitalisasi.
Contohnya, Museum Pusaka di Taman Mini Indonesia Indah kini ramai dikunjungi. Menurut Fadli, beberapa museum mencatat kunjungan mencapai ribuan orang per hari setelah menghadirkan teknologi imersif dan perbaikan kuratorial.
"Peningkatan ke cagar budaya dan museum ya paling tidak setahun terakhir ini naik sampai 400%. Museum Pusaka yang di Taman Mini ... kunjungannya ribuan orang hampir tiap hari," katanya.
Tujuan Museum Passport dan standar museum
Program Museum Passport diterbitkan oleh Direktorat Museum dan Cagar Budaya (MCB) dan diluncurkan pada 16 Juni 2026. Fadli menjelaskan inisiatif ini bagian dari upaya menetapkan benchmark bagi museum di Indonesia.
Menurutnya, museum di negara maju menghasilkan pendapatan tidak hanya dari tiket, tetapi juga merchandise, restoran, dan coffee shop. Model tersebut sedang dijadikan acuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi museum domestik.
Asal-usul ide dan target pengunjung muda
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menjelaskan ide Museum Passport terinspirasi dari kebiasaan lama mengumpulkan cap perjalanan. Pengembalian minat terhadap hal-hal analog di kalangan muda menjadi alasan utama program ini.
"Inspirasinya dari kebiasaan dulu ketika bepergian orang suka mengumpulkan cap. Sekarang ada kecenderungan generasi muda kembali menyukai hal-hal analog," kata Indira saat ditemui di Museum Nasional, 18 Mei 2026.
Melalui program ini, pengunjung dapat mengoleksi stempel dari berbagai museum di Indonesia sebagai kenang-kenangan kunjungan.
Langkah selanjutnya
Pemerintah akan menghitung dampak ekonomi dari peningkatan kunjungan dan menindaklanjuti perintah Presiden untuk menjadikan museum sebagai pusat budaya, edukasi, dan ekonomi. Fadli menyatakan perbaikan akan dilanjutkan pada hampir semua museum, termasuk di tingkat provinsi, dan angka resmi kunjungan akan dirilis pada akhir tahun.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Tetapkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026-2045
Pemerintah menetapkan Rindekraf 2026-2045 lewat Perpres No.37/2026 untuk memperkuat talenta, daya saing usah...
KLH Targetkan PSEL Selesaikan Sampah di 60–70 Kabupaten/Kota
KLH menargetkan PSEL menyelesaikan persoalan sampah di 60–70 kabupaten/kota melalui 34 aglomerasi; proyek pe...
Dirut RRI: Renstra 2025–2029 Harus Diimplementasikan, Bukan Dokumen
Dirut RRI I Hendrasmo meminta Renstra 2025–2029 diimplementasikan nyata, bukan sekadar dokumen administratif...
PMII Jakarta Pusat Luncurkan Green Movement Hadapi Krisis Iklim
PMII Jakarta Pusat meluncurkan Green Movement 8 Juli 2026 dengan aksi penanaman pohon di Rusun Aspol Menteng...
Jakarta Tuan Rumah FAPC 2026, Tampilkan Wajah Toleransi
Jakarta jadi tuan rumah FAPC 20–26 Juli 2026; acara dipakai untuk menampilkan toleransi dan memperkuat diplo...
Prabowo Sambut Kesepakatan Restorasi Candi Prambanan dengan India
Presiden Prabowo menyambut kesepakatan restorasi Kompleks Candi Prambanan antara Indonesia dan India yang te...