Presiden Terima Paparan Riset BRIN di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima paparan hasil riset prioritas dari para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. Paparan bertujuan mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah pada bidang pangan, energi, dan penyelesaian permasalahan masyarakat.
Paparan riset di Istana
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan para peneliti BRIN akan mempresentasikan sejumlah hasil penelitian langsung kepada Presiden. Pertemuan berlangsung di Istana Negara sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara riset nasional dan kebijakan pemerintah.
Fokus riset: pangan, energi, dan sampah
Menurut Prasetyo, penelitian yang dipaparkan difokuskan untuk membantu pencapaian target pemerintah. Beberapa bidang utama yang disorot antara lain:
- Pangan
- Energi
- Solusi untuk masalah sosial dan lingkungan, seperti pengelolaan sampah
"Teman-teman BRIN akan memaparkan beberapa hasil-hasil penelitian, yang memang fokus kepada membantu pencapaian program-program prioritas pemerintah. Dalam hal pangan, energi, dan beberapa hal yang bisa menyelesaikan problem-problem yang dihadapi masyarakat, misalnya sampah,"
Inovasi teknologi yang dipamerkan
Selain temuan ilmiah, BRIN juga membawa sejumlah inovasi teknologi yang siap diimplementasikan. Prasetyo mencontohkan pengembangan perahu bertenaga surya sebagai alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan.
"Kemudian perahu berbasis solar cell, dan sebagainya, dan sebagainya,"
Inovasi semacam ini diharapkan tidak hanya menjadi proyek percontohan, tetapi juga dapat diadopsi masyarakat dan menjadi basis kebijakan sektor terkait.
Tujuan pertemuan dan tindak lanjut
Pertemuan ini dimaksudkan untuk memastikan hasil riset menjadi dasar penyusunan kebijakan dan percepatan implementasi program prioritas di berbagai sektor. Pemerintah berharap inovasi BRIN dapat segera diterapkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan jalur komunikasi yang lebih langsung antara peneliti dan pembuat kebijakan, diharapkan penelitian nasional dapat lebih cepat diterjemahkan menjadi solusi praktis dan kebijakan yang efektif.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...