Prabowo Sambut Hangat PM Singapura Lawrence Wong di Istana
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 6 Juni 2026 pukul 11.00 WIB. Kunjungan ini berlangsung sebagai pertemuan tahunan antara kedua pemimpin dan akan diikuti penandatanganan sejumlah kesepakatan kerja sama.
Upacara penyambutan dan protokol
Berdasarkan pantauan, Presiden Prabowo menyambut PM Wong di anak tangga Istana Merdeka. Keduanya bersalaman lalu berjalan bersama menuju halaman-upacara.
Keduanya berdiri menghadap lapangan untuk mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing negara. Pasukan jajar kehormatan tampil dengan sikap sempurna selama prosesi.
Perkenalan delegasi
Setelah lagu kebangsaan, Presiden Prabowo dan PM Wong saling memperkenalkan delegasi masing-masing. Delegasi tersebut terdiri dari para menteri dan pejabat senior kedua negara.
Delegasi Indonesia antara lain:
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
Sementara delegasi Singapura mencakup:
- Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong
- Menteri Koordinator Layanan Publik/Menteri Pertahanan Chan Chun Sing
- Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan
- Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga Masagos Zulkifli
- Menteri Ketenagakerjaan yang juga membidangi Energi serta Sains & Teknologi Tan See Leng
Agenda: 26 nota kesepahaman
Dari pertemuan tersebut akan muncul beberapa kesepakatan bilateral. Rencananya akan ada 26 Nota Kesepahaman yang ditandatangani sebagai bentuk komitmen kerja sama tahunan kedua negara.
"Pertemuan tahunan Presiden RI dan PM Singapore. Akan ada 26 kesempatan atau MoU nanti di tanda tangani," kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Istilah Memorandum of Understanding (MoU) merujuk pada paket kerja sama yang mencakup bidang ekonomi, perdagangan, energi, teknologi, dan pelayanan publik, menurut susunan delegasi yang hadir.
Konteks dan implikasi
Pertemuan tahunan ini dimaknai sebagai upaya memperkuat hubungan strategis Indonesia-Singapura. Penandatanganan puluhan MoU berpotensi memperdalam kerja sama sektor publik dan swasta di kedua negara.
Langkah selanjutnya adalah finalisasi teks-teks MoU dan penjadwalan acara penandatanganan yang melibatkan menteri terkait dari kedua pemerintahan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polri Kirim 2,1 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Polri mengirim 2.102 kg logistik dari Surabaya ke Labuan Bajo pada 20 Agustus 2026 untuk korban gempa NTT, m...
Pembiayaan UMKM: Dari Kuantitas ke Produktivitas
Fauzi Hariri: besarnya pembiayaan UMKM belum tentu meningkatkan produktivitas; fokus harus memastikan dana b...
Tim SAR Percepat Evakuasi Medis Pascagempa di NTT
Tim SAR percepat evakuasi medis pascagempa di empat kabupaten NTT; lansia dan ibu hamil diprioritaskan, peme...
Menekraf Tetapkan Modifikasi Otomotif Jadi Subsektor Ekraf
Kemenekraf resmi menetapkan modifikasi otomotif sebagai subsektor ekonomi kreatif lewat Perpres No.37/2026,...
583 Polisi Kehutanan Ikuti Pelatihan untuk Perkuat Pengamanan Hutan
583 Polisi Kehutanan menjalani pelatihan dua bulan di Semarang sebagai tahap awal menuju target 6.500 person...
Polri Gelar Trauma Healing untuk Pengungsi Gempa di Maumere
Kapolda NTT dan Bhayangkari gelar trauma healing bagi pengungsi gempa Maumere, fokus pada anak, bayi, dan pe...