Universitas Bakrie Gelar IYSDGS 2026 Bahas Ketahanan Air dan Pangan
Universitas Bakrie menggelar Indonesian Youth SDGs Summit (IYSDGS) 2026 di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, untuk membahas ketahanan air, ketahanan pangan, energi, dan pembangunan berkelanjutan. Acara yang berlangsung sebagai ruang kolaborasi lintas sektor ini mengangkat tema "Next-Gen Solutions for Energy and Food Security".
Acara dan fokus isu
IYSDGS 2026 memusatkan diskusi pada dua isu utama: Future-Proofing Water Infrastructure for National Water Security dan National Strategy for Food Security and Sustainable Agriculture. Kedua topik tersebut terkait langsung dengan tujuan SDGs, khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak).
Pernyataan pimpinan universitas
Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia W. Alisjahbana, memberi apresiasi kepada mahasiswa penyelenggara. Menurutnya, kegiatan ini memperlihatkan bahwa generasi muda bisa menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar peserta.
“IYSDGS menjadi bukti bahwa anak muda bukan hanya peserta dalam agenda pembangunan berkelanjutan, tetapi juga dapat menjadi penggerak, penghubung, dan pencipta solusi.”
- Prof. Sofia W. Alisjahbana
Prof. Sofia menambahkan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang pertemuan antara gagasan akademik, pengalaman lapangan, dan kebutuhan kebijakan publik. Isu sustainability membutuhkan kolaborasi lintas sektor, ujarnya.
Pernyataan pembuat kebijakan dan pakar
Wakil Ketua MPR RI, Dr. Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno, mengingatkan bahwa prinsip lingkungan hidup telah termaktub dalam konstitusi. Ia menegaskan prinsip pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari landasan konstitusional.
“Permasalahan sustainability dan lingkungan hidup sesungguhnya sudah diatur oleh para founding fathers kita dalam Undang-Undang Dasar. Setiap warga negara berhak untuk hidup dalam lingkungan yang baik, bersih, dan sehat.”
- Dr. Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno
Tokoh lingkungan Prof. Emil Salim mengajak peserta melihat pembangunan berkelanjutan sebagai agenda jangka panjang, bukan sekadar target angka pertumbuhan.
“Dalam menyongsong masa depan Indonesia pada 50 tahun mendatang, pertanyaan penting yang harus kita jawab adalah: bisakah kita merintis pola pembangunan yang benar-benar berkelanjutan?”
- Prof. Emil Salim
Perspektif internasional
Rajendra Aryal, Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, menekankan bahwa ketahanan pangan harus dipandang menyeluruh: produksi, distribusi, inklusivitas, dan ketahanan sistem pangan terhadap krisis.
“Food security is also about making our food systems more resilient, inclusive, and sustainable. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, komunitas, dan generasi muda menjadi sangat penting.”
- Rajendra Aryal (FAO)
Diskusi sesi dan praktik baik
IYSDGS 2026 menampilkan sesi panel dan praktik baik. SDGs Actor Session mempresentasikan inisiatif dari berbagai pelaku.
- LUME CARBON
- Generasi Energi Bersih
- Zeekend
Session I membahas infrastruktur air, tata kelola, dan teknologi. Narasumber antara lain:
- Rio Fafen Ciptaswara, President Director LUME CARBON
- Dr. Ir. Firdaus Ali, Founder & Chairman Indonesia Water Institute
- Rendy Ardiansyah, Direktur Utama PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur
Session II fokus pada strategi ketahanan pangan lewat kebijakan berbasis data, riset, dan penguatan rantai produksi serta distribusi. Narasumber antara lain:
- Rico Eric Estrada
- Clara Citra Arundati
- Muhammad Ulil Ahmad
- Hendra Adi Susila
Peran mahasiswa dan penutup
IYSDGS juga memberi penghargaan kepada pemenang pra-acara. Tiga sekolah terbaik mempresentasikan gagasan mereka sebelum menerima SDGs Awarding Session.
- School of Human Bekasi
- SMK Bisnis dan Teknologi
- MAN 14 Jakarta
Ketua Program Studi Ilmu Politik, Dr. Aditya Batara Gunawan, menyatakan bahwa IYSDGS dirancang sebagai ruang pembelajaran publik yang menggabungkan gagasan akademik dan kebutuhan kebijakan publik.
“Isu air, pangan, energi, dan sustainability terlalu penting untuk dibahas secara sektoral.”
- Dr. Aditya Batara Gunawan
Dengan rangkaian kegiatan ini, Universitas Bakrie menegaskan komitmennya mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan tinggi dan penguatan kolaborasi lintas sektor, serta mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam solusi strategis nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
MenHAM: Pelayanan Pemerintahan untuk Papua Gratis, Stop Bawa Uang ke Jakarta
MenHAM Natalius Pigai menegaskan pelayanan administrasi dan pembangunan Papua di pemerintah pusat gratis; ia...
Wamentrans: Calon Transmigran Wajib Ikut Pelatihan Keterampilan
Wamentrans Viva Yoga menegaskan calon transmigran wajib menjalani verifikasi, pelatihan, dan pendidikan tekn...
KLH Hentikan Pembuangan Limbah Ilegal di Empat Lokasi Sungai Cileungsi
KLH menghentikan pembuangan limbah ilegal di empat lokasi sepanjang Sungai Cileungsi dan memasang papan peri...
Polri Kirim 2,1 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Polri mengirim 2.102 kg logistik dari Surabaya ke Labuan Bajo pada 20 Agustus 2026 untuk korban gempa NTT, m...
Pembiayaan UMKM: Dari Kuantitas ke Produktivitas
Fauzi Hariri: besarnya pembiayaan UMKM belum tentu meningkatkan produktivitas; fokus harus memastikan dana b...
Tim SAR Percepat Evakuasi Medis Pascagempa di NTT
Tim SAR percepat evakuasi medis pascagempa di empat kabupaten NTT; lansia dan ibu hamil diprioritaskan, peme...