Godzilla El Nino Picu Krisis Pangan, DPR: APBN 2027 Prioritaskan Pertanian
Ancaman Godzilla El Nino yang diperkirakan muncul pada 2026 dinilai berisiko memicu kekeringan panjang dan mengganggu produksi pangan nasional. Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, meminta pemerintah menyusun APBN 2027 dengan memprioritaskan program pertanian untuk menjaga ketahanan pangan.
Perbandingan biaya dan efektivitas program
Slamet menekankan setiap rupiah anggaran harus mampu mendorong peningkatan produksi pangan. Ia menilai program Optimalisasi Lahan (Oplah) lebih efisien dibandingkan program Cetak Sawah, karena memaksimalkan lahan yang sudah ada.
"Di tengah ancaman (Godzilla) El Nino, setiap rupiah anggaran harus menghasilkan tambahan produksi pangan yang maksimal. Optimalisasi lahan jauh lebih efisien karena memanfaatkan lahan pertanian yang sudah ada,"
Data alokasi anggaran menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua skema. Perbandingan rinci tercantum pada tabel berikut.
| Program | Tahun | Alokasi (Rp) | Target Luas (ha) | Biaya per ha (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| Cetak Sawah | 2026 | Rp8,75 triliun | 250.000 | Rp35 juta |
| Optimalisasi Lahan (Oplah) | 2026 | Rp1,65 triliun | 300.000 | Rp5,5 juta |
| Optimalisasi Lahan (Oplah) | 2027 (target) | Rp1,1 triliun | 200.000 | ~Rp5,5 juta |
| Cetak Sawah | 2027 (target) | Rp3,5 triliun | 100.000 | Rp35 juta |
Berdasarkan perhitungan Slamet, biaya per hektare pada program Cetak Sawah sekitar 6,4 kali lebih tinggi dibanding Oplah. Ia menyarankan pengalihan sebagian anggaran Cetak Sawah untuk memperluas Oplah.
"Anggaran Cetak Sawah yang mencapai Rp3,5 triliun dapat memberikan manfaat lebih besar apabila sebagian dialihkan ke program Optimalisasi Lahan. Dana sebesar itu berpotensi mengoptimalkan sekitar 636 ribu hektare lahan pertanian,"
Rekomendasi infrastruktur untuk mitigasi El Nino
Selain pengalihan anggaran, Slamet mendorong penguatan infrastruktur. Langkah ini dianggap krusial untuk mengurangi dampak kekeringan dan menjaga produktivitas lahan yang ada.
- Rehabilitasi jaringan irigasi
- Pembangunan embung dan sistem penyimpanan air
- Pompanisasi dan perpipaan untuk distribusi air
- Pembangunan jalan usaha tani
- Penyediaan alat dan mesin pertanian
Slamet menegaskan Cetak Sawah tetap memiliki peran jangka panjang, tetapi harus diprioritaskan secara selektif. Pada situasi ancaman El Nino, fokus utama sebaiknya memastikan lahan yang ada tetap produktif melalui langkah efisiensi dan optimasi.
Upaya penataan ulang skema anggaran dan investasi infrastruktur dinilai akan menentukan ketahanan pasokan pangan nasional menghadapi pola cuaca ekstrem yang dipicu fenomena El Nino.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemkomdigi Tekankan Pentingnya Menjaga Ekosistem Telekomunikasi
Wamenkomdigi Nezar Patria minta jaga ekosistem telekomunikasi untuk dorong investasi 5G dan percepat transfo...
Cuaca Awal Pekan: BMKG Prediksi Banyak Kota Diguyur Hujan
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia diguyur hujan awal pekan, umumnya intensitas ringan dan...
Profil Lengkap PM Singapura Lawrence Wong, Kunjungi Jakarta
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong kunjungi Jakarta 6 Juli 2026 untuk Leaders' Retreat, meninjau kerja...
Rais Aam NU Harus Diisi Ulama Berilmu dan Berintegritas
HRM Khalilur: Rais Aam harus ulama berotoritas, berintegritas, menguasai fiqih-akidah-tasawuf, dipilih lewat...
Prabowo-Lawrence Wong Tinjau Perkembangan Kerja Sama 6 Juli
Presiden Prabowo dan PM Lawrence Wong akan meninjau perkembangan kerja sama bilateral pada Leaders' Retreat...
Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Diperkuat, 232 Warga Mengungsi
Pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin mencapai 40% hari ketujuh; 232 warga mengungsi dan BNPB menambah heliko...